Anak Kedungbanteng isi liburan sekolah dengan pelepah…

Ditulis 07 Jul 2009 - 03:38 oleh Mr Banyumas

balap pelepah pisang 2JIKA anak anak kota bisa bermain game, sepeda, atau gokart, maka tidak bagi anak anak di desa terpencil. Mereka cukup bermain balapan pelepah pinang. Konon permainan ini merupakan tradisi turun temurun yang sulit ditinggalkan meski jaman sudah berubah.
Meskipun kini banyak alat permainan modern, namun anak anak desa yang sebagian besar siswa SD di Desa Kedungbanteng Banyumas ini lebih suka menciptakan alat permainan di kampung mereka sendiri. Dengan mengambil sebuah pelepah pinang, mereka kemudian membuat pelepah itu untuk dinaiki dan sebagian lagi menyeretnya.
Pelepah pinang itu diambil di pinggir hutan. Dengan cara memanjatnya, pelepah yang sudah kering itu sebelum digunakan daunnya terlebih dulu dibersihkan. Sementara batangnya dibiarkan tidak dipotong untuk pegangan saat pelepah itu ditarik.
Mulanya mereka bermain saling menaiki pelepah itu di pinggiran rumah. Namun belakangan, anak anak ini lebih suka bermain di lapangan. Di tempat yang luas itu, mereka kemudian berlomba adu cepat.
Sebelum berlomba pelepah itu ditempatkan secara berjajar. Kemudian satu orang duduk diatasnya sementara tiga anak lainnya siap menyeretnya. Begitu aba-aba dimulai, anak-anak ini kemudian berlari sambil menyeret pelepah pinang hingga ke batas akhir lapangan. Mereka berteriak gembira sambil mengangkat pelepah tersebut sebagai tanda kemenangan.
Menurut Wahid, sesepuh warga setempat, tradisi menaiki pelepah pinang sudah berlangsung turun-temurun. “Karena daerah ini termasuk jauh dari kota, sehingga anak anak lebih suka menciptakan permainnya sendiri. Kami juga dulu seperti itu,” ujar Wahid.
Permainan balapan pelepah pinang merupakan tradisi dari orang tua mereka. Mereka biasanya merupakan warga desa yang berada di pinggir hutan. Karena dengan mudah mereka akan mendapatkan pohon pohon pinang tersebut. Kini kebiasaan itu diteruskan oleh anak anak mereka dan biasanya dilakukan usai pulang sekolah atau waktu libur sekolah. (banyumasnews.com,n-1)

Tentang Penulis

Leave A Response