Penambangan emas di Gumelar harus segera ditertibkan

penambangan emas1Lokasi penambangan emas di sebuah bukit dusun Babakan Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, kini terus meluas. Meski kegiatan tersebut tidak memiliki ijin alias penambangan liar, namun belm ada upaya penertiban.
Di lereng bukit setinggi seratus meter ini terdapat 20 lebih lubang galian yang dibuat oleh para penambang. Di tempat ini pula ratusan penambang melakukan kegiatan setiap hari. Mereka tanpa merasa takut meskipun dalam keadaan hujan deras dan bisa mengancam bencana longsor di wilayah tersebut.
Menurut Darkim (51), salah seorang penambang, kegiatan berburu emas itu sudah dilakukan sejak setengah tahun lalu. Lokasi ini menjadi terkenal dengan potensi tambang, setelah tahun 2007 lalu, mahasiswa ITB  melakukan penelitian dan menemukan potensi emas yang cukup banyak di bukit desa Paningkaban. Tidak heran jika kini bermunculan para penambang yang tak hanya dari warga setempat tetapi juga warga di luar daerah.
Dalam sehari, satu lokasi penambangan bisa mendapatkan lima gram emas murni. Emas ini kemudian dikumulkan dan dijual kepada pengepul dari Tasikmalaya Jawa Barat.
Selain peambang dari warga setempat, di lokasi ini tanah warga telah dibeli oleh pemodal luar daerah seperti Tasikmalaya Jawa Barat, Cilacap dan Tegal. Cukong yang memiliki modal besar ini membangun puluhan tenda untuk lokasi penambangan . Mereka mampu menyediakan peralatan lengkap yang digunakan untuk menggali dan memproses material galian hingga mendapatan butiran emas.
Para penambang mengaku, kegiatan mereka dilakukan secara ilegal. Karena proses perijinan memakan waktu lama dan biaya yang mahal.
“Kita memang sudah mengajukan ijin, tetapi kini masih dalam proses. Kita juga membentuk paguyuban, agar kegiatan ini berjalan tertib,” ujar Ridwan, seorang penambang lainnya. (banyumasnews.com,n-1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.