Penggerebekan berujung kematian orang yang diduga Noordin

Ditulis 08 Agu 2009 - 14:54 oleh Sista BNC

Penggerebekan sebuah rumah di Desa Beji, Kedu,Temanggung berakhir pagi ini. Penggerebekan yang berujung kematian orang yang diduga Noordin M Top berawal dari penangkapan terhadap Mozahri (yang menurut para tetangganya biasa dipanggil Sujari) dan dua keponakannya, yakni Arif (38) dan Hendra (34). Dengan demikian, saat penggerebekan hanya ada Noordin seorang diri di rumah Mozahri di Kampung Beji, Desa dan Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.
Informasi yang didapat dari petugas Detasemen Khusus 88 Antiteror di lokasi penggerebekan menyebutkan, kecurigaan terhadap Mozahri sebenarnya sudah lama. Hari Selasa (4/8) lalu, ia diketahui pulang bersama seseorang yang diduga kuat sebagai Noordin M Top. Mozahri menjemput Noordin dari Jepara.
Sejak itu, Noordin tinggal di rumah Mozahri, dan tidak keluar-keluar lagi. Petugas Densus pun mencari celah untuk bisa melakukan penyergapan. Diperoleh informasi, Mozahri mengenal Noordin lewat anaknya yang bernama Tatak, yang saat ini tidak diketahui keberadaannya.
Jumat (7/8) sore kemarin, polisi menangkap Arif dan Hendra, dua keponakan Mozahri di luar rumah. Penangkapan dilanjutkan terhadap Mozahri. Ketika itu, Mozahri baru pulang dari sawah.
Jumat petang hingga malam dan berlanjut pada Sabtu pagi inilah polisi terus mengepung dan berkali-kali meledakkan bom serta menghujani rumah Mozahri dengan rentetan tembakan, sampai akhirnya buronan kakap itu benar-benar tewas.
Saat penggerebekan, Arif dan Hendra diamankan dalam sebuah Toyota Innova yang diparkir sekitar 50 meter dari rumah Mozahri. Di dalam mobil, Arif sempat berteriak-teriak tidak takut mati dan bom. Karena itu, polisi kemudian membekap mulut Arif menggunakan plakban.
Benarkah Noordin
Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri hanya 10 menit di lokasi penggerebekan rumah milik Mozahri. Kepada wartawan, Bambang tidak memberikan keterangan.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmojo yang sampai saat ini masih di lokasi juga enggan memberikan keterangan, baik tentang penggerebekan itu, maupun kepastian, apakah benar yang tewas dalam penggerebekan itu adalah Noordin M Top, buron kakap yang dicari polisi selama ini.
Informasi yang didapat dari anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror menyebutkan, korban tewas itu adalah Noordin M Top. Dia datang ke rumah Mozahri pada hari Selasa lalu. Ia dijemput Mozahri dari Jepara, Jawa Tengah.
Saat penggerebekan, di dalam rumah itu memang hanya ada Noordin seorang diri karena Mozahri dan dua keponakannya, Arif (38) dan adiknya, Hendra (34), sudah ditangkap sehari sebelumnya oleh polisi.
anggota Densus itu mengatakan, Noordin sebenarnya sempat berteriak minta tolong ketika petugas Densus meledakkan kamar sisi kanan rumah. Akan tetapi, polisi tidak menghiraukan teriakan itu. Polisi bahkan terus memberondongkan peluru karena khawatir teriakan minta tolong itu sebagai jebakan.
Akibat berondongan itu, Noordin melarikan diri ke kamar mandi di sisi belakang rumah. Sekitar pukul 07.50, polisi kembali meledakkan bom yang diletakkan di samping kanan rumah. Ini dilakukan untuk membuka ruang gerak bagi para penembak.
Saat itu, posisi Noordin makin terjepit, terlebih setelah tembok yang memisahkan antara ruang tengah dan kamar sisi kanan juga jebol sama sekali. Noordin akhirnya ditemukan tewas tertembus peluru saat bersembunyi di dalam kamar mandi.

Dibawa ke Jakarta

Dari Jogja dilaporkan, jenazah korban tewas di Temanggung yang diduga sebagai gembong teroris Noordin M Top kemungkinan besar akan dibawa ke Jakarta dari bandara Adi Sucipto Yogyakarta begitu tiba dari Temanggung.
Wakapolres Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo mengatakan berdasarkan pertimbangan secara geografis, Yogyakarta merupakan kota dengan bandara terdekat dari Temanggung dibandingkan Solo.

Jenazah akan dibawa dengan pesawat Hercules selang beberapa waktu dengan pesawat yang membawa Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Kapolri memang sebelumnya berada di lokasi penyerbuan Densus 88 ke sebuah rumah yang diduga berisi buronan teroris asal Malaysia tersebut.

“Tapi kita belum tahu akan diberangkatkan jam berapa,” tutur Heri di depan kamar mayat RS Polri Pusat Sukanto Kramat Jati, Jakarta, Sabtu sore (8/8).

Sekitar satu pleton pasukan pimpinan Heri berjaga di depan kamar mayat. Kapolri rencananya akan tiba bersama dengan jenazah yang diduga Noordin M Top tersebut. Jenazah tersebut rencananya akan diotopsi di rumah sakit ini. (banyumasnews.com/kompas.com)

Tentang Penulis

Leave A Response