Jatah minyak tanah di Purbalingga dikurangi bertahap

Pihak pertamina merencanakan mulai Agustus ini akan mengurangi jatah minyak tanah untuk kabupaten secara bertahap. Termasuk penetapan harga minyak tanah usai konversi minyak ke elpiji diberlakukan. Nantinya alokasi minyak tanah hanya akan tersisa 10 persen dari jatah bulanan sebesar 1.600 kiloliter.
Hal itu diungkapkan Kabag Perekonomian Setda Purbalingga, Mukodam, S.Pt, Rabu (5/8). Pihaknya masih berkoordinasi dengan pertamina mengenai kepastian dimulainya pengurangan jatah ke Purbalingga. Misalnya di awal Agustus atau di akhir Agustus.

“Yang jelas pengurangan secara bertahap dilakukan karena meminimalisasi dampak di masyarakat jika minyak tanah langsung dikurangi besar-besaran. Kami belum menerima surat dari pertamina, namun koordinasi antar SKPD di lingkungan pemkab terus kami lakukan,” kata Mukodam.

Usai dilakukan pengurangan kuota per bulan hingga tersisa 10 persennya (160 kiloliter), secara otomatis harga juga berubah, yaitu bukan masuk dalam minyak tanah bersubsidi lagi. Hal itu merupakan kosekuensi dari pelaksanaan program konversi di masyarakat.

“Memang sudah disepakati dengan berlakunya konversi, jatah minyak tanah harus dikurangi. Masyarakat kami harapkan bisa menerima kenyataan tersebut agar terbiasa menggunakan kompor gas yang notabene lebih ekonomis,” ungkapnya.

Sementara itu sedikit berbeda dengan kabag Perekonomian, Kabid Perdagangan pada Disperindagkop Purbalingga, Drs Jarot Sopan Riyadi mengatakan, per Agustus ini memang sudah ada pengurangan jatah minyak tanah dari Pertamina untuk Purbalingga sebesar 50 persen. Namun untuk harga masih tetap dan tidak ada aturan kenaikan dan Disperindagkop belum menerima surat resmi dari pertamina.

“Jika ada yang menaikkan harga hingga seperti saat ini Rp 3.750, menyalahi aturan. Info dari distributor memang sudah ada pengurangan jatah hingga 50 persen. Tapi dari Pertamina belum ada pemberitahuan ke Disperindagkop. Saya sudah mencoba menghubungi pertamina belum bisa, karena masih ada rapat,” papar Jarot.
Pihaknya akan berupaya melakukan pengecekan kembali di lapangan terkait kenaikan harga minyak tanah memasuki Agustus ini. Namun secara umum usai program konversi ditetapkan, jatah minyak tanah bersubsidi memang akan dikurangi.

Jatah minyak tanah untuk wilayah Purbalingga rata-rata 22.620 kiloliter setahun. Sedangkan rata-rata setiap bulan, kuotanya mencapai kisaran 1.500 kiloliter (banyumasnews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.