Penyair Banyumas kehilangan WS Rendra

Ditulis 07 Agu 2009 - 17:34 oleh Banyumas1

Belum ada penyair di Indonesia yang kemampuannya seperti Rendra. Selain memiliki nilai magis, penyair yang dijuluki si burung merak itu karya karyanya sangat monumental. Karena itu sejumlah penyair Banyumas menyatakan sangat kehilangan.

“Belum ada penyair sehabat dia. Itulah makanya kami merasa sangat kehilangan,” ujar Bambang Wadoro sastrawan dan pemain teater asal Banyumas, saat ditemui Banyumasnews.com di kediamannya, Jumat (7/8).

Bambang menegaskan Indonesia benar benar kehilangan seorang tokoh sebesar Rendra, dalam pandangannya si pemilik julukan burung merak, benar benar lengkap karena mampu mengekspresikan sisi keindonesiaan dan tradisi yan dialami semasa hidup dalam karya berbentuk puisi maupun naskah drama.

“Dia berani mengkritisi segala hal agar tercipta keseimbangan dalam perikehidupan, sesuatu yang jarang dimiliki penyair bahkan di level nasional sekalipun, pantas jika beliau menyandang gelar budayawan,” jelas Bambang.

Pemilik nama panggung Bador Kayu yang mengaku sama sekali belum pernah bertemu Rendra secara langsung itu pun mengungkapkan dramawan setingkat Putu Wijaya juga dilawan oleh Rendra.

“Sangat langka orang yang mempertahankan tradisi dan mengembangkannya, dibutuhkan waktu yang lama untuk munculnya orang sebesar Rendra yang puisinya jelas dan kritis terhadap sesuatu yang tidak baik di negeri ini, kemampuan berekspresi yang dimilikinya menjadi nilai lebih” ucapnya.

Hal serupa juga dikemukakan penyair Wanto Tirta, pria yang dikenal sebagai tukang foto warga Ajibarang ini mengaku sempat shok dan nyaris pingsan saat mendengar kabar WS Rendra meninggal dunia. “Bagaimana saya tidak kaget mas, selama ini saya selalu mengikuti puisi puisinya,” ujar Wanto.

Sementara Ketua Dewan Kesenian Banyumas (DKB) Bambang Set yang juga penyair Banyumas ini merasakan hal serupa. Karena itu DKB berencana menggelar kegiatan tiga hari mengenang Rendra bertempat di Gedung Sutejo pada Minggu (9/8) pukul 19.30 WIB. (banyumasnews.com/lin)

Tentang Penulis

Leave A Response