Lingkungan RS tidak sehat dikeluhkan warga

Ditulis 07 Agu 2009 - 14:11 oleh Banyumas1

Data hasil Survey Pengaduan Masyarakat tentang Layanan RSUD,lingkungan rumah sakit yang kurang bersih paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Disusul keluhan tentang banyaknya orang merokok di rumah sakit, petugas yang menyepelekan pasien jamkesmas dan askes, serta lambatnya rumah sakit dalam merujuk pasien ke rumah sakit lain.

Hal tersebut dikemukakan Asisten Administrasi Wawang A. Wakhyudi, SH, M.Si, MH ,dalam Pembukaan Lokakarya Analisis Masalah Penyebab Pengaduan Masyarakat terhadap Pelayanan RSUD Kabupaten Banjarnegara di Sasana Bhakti Praja Jumat (7/9),. Wakhyudi yang membacakan Sambutan Bupati berharap, janji perbaikan pelayanan hendaknya menjadi ‘tekad moral’ pimpinan dan petugas RSUD untuk memenuhi janji tersebut.

“Kami berharap saudara-saudara dari RSUD selaku penyedia layanan dapat secara jujur dan terbuka
mengungkapkan masalah yang berhubungan sebab akibat langsung dengan pengaduan masyarakat yang dianalisis, sehingga masalah bisa diatasi dengan tuntas,” tegas Wawang yang juga Ketua Tim Peningkatan Kualitas Layanan Publik Kabupaten Banjarnegara.

Lokakarya ini merupakan rangkaian panjang dari Penerapan Metode Manual Praktis yang dilakukan Pemkab.
Banjarnegara dalam upaya peningkatan kualitas layanan aparat pemerintah terhadap masyarakat. Sebagai
awalan, kegiatan yang 70% biayanya ditanggung Kementrian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan GTZ-SfGG ini menjadikan RSUD sebagai prioritas evaluasi.

Dari hasil survey tanggal 6 hingga 21 Juli 2009 ditemukan hasil sebanyak 3254 orang mengeluhkan lingkungan
rumah sakit yang kurang bersih, banyak orang sembarangan merokok dikeluhkan 3007 orang, petugas yang
menyepelekan pasien jamkesmas dan askes dikeluhkan sebanyak 2634 orang, dan 44 poin aduan lainnya yang
total dikeluhkan oleh sekitar 6000-an orang.

Lokakarya kali ini berbeda dengan lokakarya yang sebelumnya pernah digelar. Pada lokakarya yang digelar 18
Juni 2009, komposisi peserta 80% dari masyarakat (pasen dan keluarga pasien, tokoh masyarakat, LSM, dll)
dan 20% dari petugas atau pihak-pihak yang berhubungan dengan pelayanan RSUD dengan ditujukan untuk
menginventarisir aduan. Sementara lokakarya kali ini 80% justru dari kalangan yang berhubungan dengan
pemberian pelayanan RSUD seperti para perawat, dokter, kepala rumah sakit dan dewan penyantun, sementara 20%-nya dari masyarakat.

Tujuan lokakarya kali ini peserta yang mayoritas petugas RSUD menyepakati hasil analisis penyebab pengaduan dan siap digunakan dalam “Janji Perbaikan Pelayanan” dan “Rekomendasi Perbaikan pelayanan” (banyumasnews.com/bna)

Tentang Penulis

Leave A Response