Belasanribu siswa di Purbalingga berpotensi putus sekolah

siswa sekolahSedikitnya 17.280 orang siswa berpotensi putus sekolah karena terkendala biaya sekolah. Puluhan ribu siswa itu terdata dalam lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) Purbalingga. Ironisnya kesadaran kalangan masyarakat yang sebenarnya mampu untuk menjadi orangtua asuh sangat minim.

“Saat ini siswa SD/MI/SMP yang masuk daftar di GNOTA baru terbantu sekitar 4 persen saja. Sisanya masih membutuhkan uluran tangan pihak lain, bisa perusahaan, perorangan maupun organisasi,” kata Wakil Ketua GNOTA Purbalingga, Drs Subeno SE, Kamis (6/8).

Memang ada dana Bantuan Operasional Siswa (BOS), dan bantuan pemkab, namun untuk GNOTA, alokasi langsung ke siswa. Tidak melalui sekolah dan dikelola sekolah. Meskipun begitu, harus ada laporan secara administratif ke pengurus GNOTA Purbalingga.

Ditambahkan Subeno, pihaknya menawarkan pilihan bagi yang menginginkan anak asuh dalam dunia pendidikan dengan data lengkap siswa kurang mampu itu. Jika pihak tertentu berniat membantu langsung memilih sendiri anak-anaknya.

“Seluruh alamat lengkap siswa bersangkutan beserta orangtua serta penghasilan keluarga mereka juga ada. Organisasi, perusahaan maupun perorangan bisa langsung memilihnya,” imbuhnya.

Subeno menjelaskan besarnya bantuan yang diperlukan untuk membantu biaya sekolah mereka masing-masing adalah, Rp 10 ribu per bulan (Sekolah Dasar) dan Rp 20 ribu (SMP) setiap bulan. Dengan jumlah siswa yang masuk data pengurus GNOTA sebesar 18.000, rata-rata per kecamatan terdapat sedikitnya 1.000 anak.
“Kami juga sedang mengupayakan agar camat bisa merekrut anak asuh di wilayah masing-masing. Sedangkan laporan secara adminisratif tetap kepada GNOTA kabupaten,” jelas Subeno.

Pihaknya optimis jika perusahaan, organisasi maupun perorangan bergerak bersama, para siswa itu bisa dientaskan dari potensi putus sekolah.. Pasalnya biaya atau biasiswa dari GNOTA bisa digunakan untuk peralatan sekolah, sepatu, sepeda, maupun pendukung lainnya(banyumasnews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.