Dua museum di Purwokerto kondisinya memprihatinkan

mnumen sudrimanmusem sudirman

Kondisi dua museum di Purwokerto, yakni Museum Jendral Sudirman dan Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI) sungguh memprihatinkan. Selain sepi oleh kehadiran pengunjung, berdasarkan pantauan banyumasnews.com, Kamis (6/8) beberapa bagian atap yang merupakan saksi bisu sejarah perjalanan kota satria tersebut bocor.

Pulung, petugas kebersihan yang telah bekerja kurang lebih lima tahun di museum BRI membenarkan jika terdapat beberapa bagian, atap yang bocor hingga merusak plafon, namun belum ada instruksi dari manajemen BRI untuk melakukan perbaikan.

“Kami berempat hanya sebagai pelaksana dan bekerja sesuai instruksi pimpinan, bocornya atap sudah lama terjadi, bahkan menjelang peringatan kemerdekaan lingkungan di museum juga belum dihias,” jelas Pulung.

Dia mengaku jika selama ini konsentrasi pemeliharaan barulah sebatas benda benda koleksi museum seperti mata uang yang terbuat dari logam, tembikar, maupun beberapa mesin pembukuan.

Lelaki asal Jakarta itu mengatakan sepinya museum dikarenakan saat ini bukanlah masa liburan sekolah dan kecenderungan masyarakat lebih berminat kepada hal hal yang bersifat hiburan.

“Yang terawat dengan baik justru bangunan asli yang sudah berusia 113 tahun, dulu digunakan sebagai kantor Bank Priyayi,” imbuh Pulung.

Koleksi yang dimiliki museum BRI sangatlah beragam dan bisa dijadikan sebagai materi pendidikan, diantaranya meliputi arca kuwera sebagai symbol dewa kesuburan, tulisan Babad Banyumas dalam tiga versi (bahasa Belanda, bahasa Jawa serta huruf Jawa).

Bagi penyuka sejarah museum yang terletak di Jalan Bank tersebut juga memiliki beberapa arsip yang berkaitan dengan sejarah perbankan, seperti surat resmi untuk mendirikan bank priyayi maupun bank perkreditan rakyat, hingga besluit atau surat keputusan pengangkatan Raden Bei Wiraatmadja sebagai patih  Purwokerto.

Pengunjung juga dapat melihat sejumlah koleksi mata uang berbagai nominal buatan VOC, pemerintah hindia belanda, NICA, Portugis, serta Oeang Republik Indonesia atau ORI.Selain itu juga dipajang beberapa koleksi pakaian yang pernah dikenakan Raden Bei Aria Wiraatmadja, beberapa bentuk celengan masa kerajaan majapahit, hingga foto foto pada masa perang kemerdekaan.

Nasib mengenaskan justru terjadi pada museum perjuangan Jendral Sudirman yang dibangun dengan biaya Rp 204 juta dan diresmikan 10 oktober 2001, mendekati tanggal 17 Agustus tidak tampak sama sekali persiapan pengelola dalam menyambut peringatan kemerdekaan, suatu hal yang sangat didambakan Sudirman semasa hidupnya.

Rumput di  halaman dibiarkan saja tumbuh tinggi, bahkan sampah berupa kulit buah kelengkeng dibiarkan saja tergeletak di bagian atas museum, cat mulai mengelupas dan beberapa bagian tembok ditumbuhi lumut.

Menanggapi hal itu salah satu pegawai bernama Eriyanti, mengatakan sama sekali tidak tahu, karena pekerjaannya hanya mengurus tiket, untuk urusan pengelolaan museum dilakukan oleh karyawan lain.

“Total jumlah karyawan ada tujuh orang, lima bertugas di siang hari dan sisanya di malam hari, jarang masyarakat yang mengunjungi museum ini, jika musim liburan kebanyakan pengunjung adalah siswa sekolah, untuk jumlah kunjungan selama tahun 2009 saya tidak tahu,” ungkapnya. Kini pemerintah Kabupaten Banyumas mestinya tak tinggal diam melihat kondisi tersebut (banyumasnews.com/lin)

2 Comments

  1. BRI itu kan banyak labanya…bahkan skrgkan tenaga pekerjannya kebanyakan dr tenega outsourcng,jadi pasti skrng labanya lebih banyak juga… Masa musium kebanggaan BRI tidak terurus,,,,BRI mana uang mu buat melindungi musium kebanggaan mu… Raden arya pasti sedih melihat keadaan musiumnya tak terurus…

  2. Ciri kemajuan peradaban suatu bangsa adalah banyaknya museum. Sayang kalau kondisinya kurang terawat, padahal Purwokerto dapat mengandalkan museum sejarah ini sbg andalan wisata… (tapi, mohon tanya punya Pemkab atau punya BRI itu museum bank?)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.