Kunja DPRD Cirebon,kagumi Dindikpora Banjarnegara

Ditulis 06 Agu 2009 - 13:01 oleh Banyumas1

Kegesitan Dindikpora Banjarnegara dalam mencari dana dari pihak ketiga membuat kagum Komisi D, DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dalam acara kunjungan kerja di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara hari Rabu (5/8) kemarin, rombongan yang diketuai oleh H. Mustofa, SH., mengaku ingin menimba ilmu tentang bagaimana Banjarnegara, yang notabene kabupaten tertinggal, namun dianggap berhasil menterjemahkan Program Pendidikan Gratis dengan baik.

“Terus terang, kami menghadapi kendala ketika menterjemahkan program pendidikan gratis bagi masyarakat. Disatu sisi kami ingin meringankan beban masyarakat, tapi disisi lain APBD kami belum mampu mengawal dana BOS secara utuh. Hingga beberapa waktu lalu, di Cirebon banyak orang tua murid yang mengeluhkan dan mengadukan tingginya biaya investasi sekolah anak mereka, akhirnya kami bersama eksekutif lantas mengambil kebijakan mengembalikan dana pungutan tersebut untuk menghindari perselisihan lebih lanjut. Ini dilema besar bagi kami,” ujar Mustofa.

Pemkab Banjarnegara, menurut Mustofa dan rombongan, dianggap mampu menterjemahkan dan mengimplementasikan pendidikan gratis kepada masyarakat, tanpa membebani mereka lagi. “Salah satu kuncinya adalah kita harus cekatan mencari terobosan dana dari pihak lain untuk menopang APBD yang minim. Karena APBD kami juga sebenarnya belum mampu mengawal dana BOS secara utuh. Alhamdulillah, Dindikpora berhasil mendapatkan dana dari berbagai pihak antara lain dari World Bank dan Unicef. Dana ini kita manfaatkan untuk pengembangan kualitas anak didik dan institusi, bukan hanya untuk kesejahteraan guru,” ungkap Bupati Djasri, yang menerima rombongan secara langsung.

Bupati Djasri mengakui bahwa predikat kabupaten tertinggal bagi Banjarnegara-lah yang sedikit banyak memompa semangat ia beserta segenap jajaran pemerintahannya untuk gesit mencari dana dari pihak ketiga. “APBD kami masih dibawah 800 milyar, PAD juga baru 59 milyar. Tapi kami yakin jika semua SKPD mampu mencari terobosan baru dan gesit mencari dana untuk menggenjot pembangunan, tahun 2010 Insyaallah Banjarnegara mampu keluar dari predikat kabupaten tertinggal,” ujar Bupati Djasri optimis.

Kantor-Bupati-Banjarnegara Lebih jauh, Winarso Wiwit Sulistyo, SH, MM, Kepala Dindikpora Kab. Banjarnegara mengungkapkan pentingnya jalinan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat., khususnya untuk pembangunan di bidang pendidikan. “Kami di Banjarnegara menerapkan taktik mengetuk hati masyarakat, dengan pendekatan personal kami mengajak masyarakat berpartisipasi langsung dalam pembangunan. Sehingga mereka merasa dilibatkan, ini cara yang efektif untuk meminimalisir gejolak. Kami beserta jajaran juga berkomitmen kuat untuk selalu meneladani falsafah telur guna meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam falsafah telur, anak didik itu diibaratkan sebagai telur (embrio) jika embrio ini dierami dengan cara baik dan benar, maka bibit berkualitas pula yang didapat,” ujar Winarso (banyumasnews.com/bna)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. nur fuad budiyanto 19/10/2009 pukul 13:59 -

    saya sepakat bapak-bapak…

    monggo dilanjut,,

Leave A Response