Sarang burung Karangbolong, sudah tersohor sejak awal abad 17

Dimuat 6 March 2010 dalam Kategori FEATURES, GALERI FOTO, KEBUMEN, OBYEK WISATA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa melewati bab ini dan langsung meninggalkan komentar. Ping tidak diijinkan.

KEBUMEN dikenal memiliki obyek wisata alami. Yang paling tersohor tentu saja Gua Jatijajar, gua yang dipenuhi stalagtit dan stalagmite. Kemudian Karangbolong, sebuah gua di pinggir pantai selatan, masuk wilayah Kecamatan Gombong, yang kaya akan sarang burung walet atau ‘lawet’. Untuk mengabadikan ‘ikon’ Kebumen ini, maka dibangunlah ‘Tugu Walet’ di tengah kota, yang menjadi ciri khas kota Kebumen.

Kebumen memang dikenal sebagai daerah yang di kelilingi oleh pegunungan kapur dan berudara sejuk serta pemandangan yang rata-rata masih asli.

Keberadaan walet di gua Karangbolong sudah ratusan tahun. Konon, ini bermula dari sejak ditemukan sarang burung walet pada abad ke-17 atau di masa kerajaan Mataram Kartosuro. Kisah penemuan gua sarang burung itu sendiri kemudian melahirkan ritual penduduk sebelum memanen sarang burung.

Menurut cerita yang berkembang secara turun-temurun pada warga masyarakat Karang-bolong, penemuan  sarang burung walet  berawal pada abad 17 ketika permaisuri Raja Mataram mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh.

Oleh karena segala obat dari tabib maupun dukun tidak ada yang berhasil menyembuhkan, raja pun melakukan tapa brata  untuk mencari petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Dalam semedinya itu raja mendapat wangsit bahwa obat yang dapat menyembuhkan permaisuri adalah jamur yang tumbuh pada batu karang di sekitar pantai laut selatan.

Dulu, tiap kali unduhan atau pengambilan sarang walet, bisa mencapai 1 kuintal lebih. Karena itu, sarang burung walet sempat menjadi primadona. Bahkan 10 persen pendapatan asli daerah Kebumen berasal dari sarang walet. Pemanenan dilakukan secara periodic, dan sebelum dilakukan pemanenan diadakan ritual meminta keselamatan.

Lokasi gua yang berada di bibir pantai memang sangat beresiko bagi yang mau memanen sarang burung. (BNC/puh/dari berbagai sumber)

Salahsatu sisi Karangbolong - blog trijokobs

Salahsatu sisi Karangbolong - blog trijokobs

Tugu Walet - ikon kota Kebumen

Tugu Walet - ikon kota Kebumen

indah dan asri - ipul blog

indah dan asri - ipul blog

foto from indotreker

foto from indotreker

Tugu Walet lagi

Tugu Walet lagi

karangbolong - foto iqmal blog

karangbolong - foto iqmal blog

5 Tanggapan untuk “Sarang burung Karangbolong, sudah tersohor sejak awal abad 17”

  1. M.Muhdir says:

    bikin saya penasaran kapan-kapan bolehlah kesana bersama keluarga

  2. Banyumas1 says:

    Tergantung obyek yang akan dikunjungi. Saran kami: benteng van der wijk di kota Gombong (barat kota Kebumen, +/- 30 menit), terus ke goa Jatijajar (selatan Gombong), lalu ke Karang bolong. Terima kasih.

  3. slamet says:

    kalau saya dari timur (jogja) route yang sip agar wisata kebumen terjangkau dalam 1 hari bagaimana urut-urutan lokasinya…? thx

  4. Tomi says:

    Sip lah…bs utk ajak keluarga yg belum pernah nih..

  5. Wisata Solo says:

    Keren, masuk catatan program kami berikutnya.
    Salam

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

120x600

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF BANYUMASNEWS.COM DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER. UNTUK KONFIRMASI KEBENARAN MENGENAI IDENTITAS REPORTER BANYUMASNEWS.COM ANDA BISA MENGHUBUNGI REDAKSI BANYUMASNEWS.COM (0281) 7933181, EMAIL: redaksi@banyumasnews.com
Log in / BanyumasNews.Com customized by Om Kicau Solo