Jajaran dan Karyawan Pemkab Purbalingga mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Heru Sudjatmiko dan Bapak Koentho Ridho M sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga periode 2010-2015...

Selamat atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga

Usaha mikro banyak dikuasai pasar informal

Dimuat Mr Banyumas 14 July 2009 dalam Kategori BANJARNEGARA, BRALINGMASCAKEB, SOSIAL POLITIK. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

koperasiUsaha mikro yang berjumlah 50 juta lebih, umumnya digarap oleh pasar informal (rentenir) dengan suku bunga sangat tinggi yakni rata-rata 20 % per bulan. Demikian disampaikan Ketua Komite Perdagangan Dalam Negeri KADIN Pusat, H Bambang Soesatyo SE MBA saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional Peringatan ke-62 Hari Koperasi di Pendopo Dipayuda Kabupaten Banjarnegara, Selasa (14/7) hari ini.
Menurut Bambang, dari sekitar 50 juta UMKM itu, baru sekitar 39,06 % atau 20 juta UMKM yang dibiayai perbankan. Masih ada sekitar 30 juta UMKM yang belum terjangkau oleh perbankan. Dalam kurun waktu 30 tahun ke depan populasi penduduk Indonesia akan bertambah sekitar 100 juta jiwa. Hal ini merupakan pasar yang harus digarap serius, karena kalau tidak, kebutuhan barang dan jasa yang amat besar itu akan diambil oleh produsen luar negeri.
Oleh karena itu, harus ada upaya keras untuk meningkatkan hubungan kerja sama pembinaan para pelaku usaha dari dalam negeri. Peta kebutuhan bahan pangan yang sangat signifikan ini menjadi daya tarik program terpadu perbankan dan pengembangan UMKM termasuk di dalamnya koperasi.
“Dari data tersebut, mulai saat ini harus dipikirkan fokus program terpadu Perbankan dan Pengembangan UMKM yang berbasis pertanian. Hal ini sangat menjanjikan, apalagi Banjarnegara adalah daerah pertanian potensial,” tegas Bambang yang membawakan makalah bertajuk “UMKM di Tengah Badai Krisis”.
Sementara pembicara di sesi pertama, H Syamsudin SPd MPd selaku Ketua Bapim Dekopinda Kabupaten Banjarnegara menyuguhkan topik “Reposisi Koperasi Menghadapi Ekonomi Global”.
Menurut Syamsudin, sudah sangat jelas bahwa di era perdagangan bebas ini, sangat penting untuk membuka ketertutupan usaha, peluang dan kesempatan, terutama bagi usaha koperasi yang menjadi salah satu pola usaha ekonomi rakyat. Hal ini menjadi sangat penting karena produk yang dihasilkan dari Indonesai harus berkompetisi secara terbuka tidak hanya di pasar dalam negeri, melainkan juga di pasar internasional.
Seminar sehari ini diikuti oleh 240 wakil gerakan koperasi di Banjarnegara, 45 wakil pelajar dan 15 mahasiswa. Acara ini merupakan rangkaian dari peringatan ke-62 Hari Koperasi tingkat Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan lain menyambut Hari Koperasi adalah Lomba Koperasi (22-30 Juni), Diklat Koperasi (23-25 Juni), Lomba Tangkas Trampil Koperasi (27 Juni), Lomba Catur (29-30 Juni), Lomba Paduan Suara (11 Juli), Defile dan Upacara (15 Juli 2009), Expo Pasar Lelang (15 Juli), dan ditutup dengan Jalan Sehat (17 Juli). (banyumasnews.com/est)

Tinggalkan Komentar

Pariwara

Galeri Foto

120x600

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF BANYUMASNEWS.COM DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER. UNTUK KONFIRMASI KEBENARAN MENGENAI IDENTITAS REPORTER BANYUMASNEWS.COM ANDA BISA MENGHUBUNGI REDAKSI BANYUMASNEWS.COM (0281) 7933181, EMAIL: redaksi@banyumasnews.com
Log in / BanyumasNews.Com customized by Om Kicau Solo