Volume air turun, Waduk Wadaslintang ditutup

PLTA MRICAN KERINGVolume dua waduk di Kabupaten Kebumen mengalami penurunan. Untuk persediaan air musim tanam berikutnya kedua waduk akan ditutup total. Waduk Wadaslintang rencananya akan ditutup total pada 15 Agustus mendatang. Sedangkan saluran irigasi dari Waduk Sempor telah ditutup total sejak 15 Juli lalu.

Kepala Bidang Irigasi pada Dinas SDA ESDM Kabupaten Kebumen, Muchatrom SST menjelaskan, air cadangan di Waduk Sempor tinggal 18,916 juta m3 dengan elevansi 62,75 meter. Sedangkan cadangan air di Waduk Wadaslintang masih 281,942 juta m3 dengan elevansi 174,17 meter. “Belum ditutupnya saluran irigasi dari Waduk Wadaslintang ini karena petani di Purworejo masih membutuhkan air. Kalau untuk wilayah Kebumen sejak 1 Agustus sudah tidak membutuhkan air lagi,” ujar Muchatarom, Rabu (5/8).

Muchtarom mengatakan, karena sistem irigasi waduk ditutup maka untuk sementara PLTA di dua waduk dihentikan. Namun untuk Waduk Sempor masih dimanfaatkan untuk suplai air minum PDAM Kebumen. “Instalasi pengolahan air minum PDAM Kebumen di Kecamatan Sempor masih di suplai dari Waduk Sempor. Jadi untuk kebutuhan air minum untuk wilayah Sempor, Gombong, Karanganyar dan sekitarnya masih aman,” katanya.

Petugas pintu air Waduk Wadaslintang, Partiman ketika ditemui mengatakan, selama musim kemarau ini ait permukaan Waduk Wadaslintang mengalami penurunan antara 15-20 meter. Air dari Waduk Wadaslintang ini tumpuan irigasi seluas 21.000 hektar di wilayah Kebumen. Air yang dibutuhkan untuk area persawahan sebanyak 16,50 m3/detik. Sedangkan untuk wilayah Purworejo sekitar 10.000 hektar dengan air yang dikeluarkan 13,50 m3/detik  (banyumasnews.com/kbm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.