Jalan lingkar utara Purbalingga ‘sarang’ Waria

Populasi waria yang mangkal  di ruas jalan lingkar barat Purbalingga kembali marak. Sekitar pukul sebelas hingga 12 tengah malam, beberapa pria berwajah cantik mulai bertebaran di sekitar pintu masuk kompleks perumahan Griya Perwira Asri di Kelurahan Karangsentul Padamara Purbalingga.

Pada hari biasa, waria yang mangkal tidak sampai sepuluh orang. Tapi saat malam Minggu, jumlahnya mencapai belasan orang. Saat mangkal, para waria itu membuat kelompok-kelompok kecil dan menyebar mencari menunggu pelanggan di ruas jalan yang cukup remang-remang itu.

“Mereka biasa mangkal mulai dari perempatan Karangkabur, gerbang perumahan GPA dan jalan kecil terobosan di samping ruas jalan lingkar itu. Jumlah totalnya sekitar 5 sampai 8 orang,” tuturYono (32) warga perumahan, Selasa malam (4/8).
Warga lainnya, Didi (33) menyebutkan, maraknya aktifitas para waria di lokasi itu. karena lampu jalan yang lebih banyak mati dan remang-remang. Sejauh ini, belum ada penanganan dari pihak berwajib dan warga Karangsentul yang tinggal tidak jauh dari tempat mangkal para waria itu.

“Setahu saya, belum ada satu minggu mereka mulai mangkal di sekitar gerbang itu. Tahun lalu, menjelang bulan puasa, bencong-bencong itu selalu mangkal disitu,” ujarnya.

Tahun-tahun sebelumnya, aktifitas pekerja seks komersial (PSK) baik perempuan asli maupun waria, hanya terpusat di kompleks pasar hewan, persis di belakang markas Polres Purbalingga. Sedang yang sembunyi-sembunyi, diantaranya di jalan lingkar barat tersebut. Setelah Satpol PP gencar melakukan razia, keberadaan para pelayan syahwat itu nyaris habis.

Rita (25), seorang waria yang biasa mangkal di sekitar pasar hewan itu mengaku selalu main petak umpet dengan petugas. Waria yang tidak menyebutkan daeah asalnya itu mengaku pernah terkena razia. Tapi ia tidak menghentikan aktifitasnya. ”Saya kan harus cari duit buat makan dan kebutuhan lainnya.

wariaKabid Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Purbalingga, Bambang Kadarisman mengatakan, perilaku menyimpang mereka tidak bisa langsung diubah dalam waktu 5 atau 10 tahun. Butuh waktu sangat panjang dan dukungan dari semua pihak. Justru yang ditakutkan adalah, ulah mereka dengan berkeliaran akan mengajak waria lainnya maupun waria dari luar Purbalingga,” katanya, sembari menyebutkan, pihaknya sudah tidak kurang-kurang melakukan pembinaan melalui panti sosial dan mental.

Sejumlah PSK, baik perempuan maupun waria yang terkena razia, sudah dikirim ke panti karya di Banjarnegara. Tapi itu tidak menjamin mereka tidak kembali mangkal.

”Bisa saja kali ini bertambah karena desakan kebutuhan. Meskipun bisa saja karena hasrat kepuasan seksual masing-masing yang dikedepankan. (banyumasnews/pbg)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.