Dampak rencana kenaikan gaji PNS, harga minyak goreng merambat naik

Menyusul rencana kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil(PNS)  sebesar lima persen, sejumlah bahan pokok seperti minyak goreng dan bawang putih juga mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

Pantauan banyumasnews.com, Rabu (5/8) di Pasar Wage harga minyak goreng mencapai Rp 7.600 per kilogram atau naik Rp 600 dari harga semula Rp 7.000 sementara harga bawang putih naik tiga kali lipat dari Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram.

Kenaikan tersebut menurut seorang pedagang bernama Riyan menyebabkan dirinya merugi, karena tidak sedikit pembeli yang menuntut dia tetap menjual minyak goreng maupun bawang putih dengan harga semula.

“Naiknya harga minyak dan bawang putih terjadi hampir setiap bulan, tapi apa penyebabnya saya kurang paham, kondisi seperti ini sangat merugikan karena hasil berjualan selalu kurang untuk membeli stok dagangan yang baru,” ungkap Riyan sembari menata barang dagangan lainnya.

Seorang ibu yang akan membeli minyak goreng di kios Riyan, merasa kaget dengan kenaikan harga tersebut, dia kemudian memilih berbelanja kebutuhan yang lain.

Namun harga telur, gula pasir dan beras masih bertahan, tidak ada kenaikan, bahkan salah satu pedagang beras bernama Udin (27) mengatakan kemungkinan harga beras akan turun pekan depan.

Pemilik kios wos sae di Pasar Wage tersebut membantah keras isu yang beredar, dia menjelaskan harga beras rojo lele per kilogram masih tetap Rp 7.000, beras sumbang Rp 4.600, IR64 Rp 5.000, Cisadane Rp 5.000, Pandanwangi Rp 6.000 dan IR 64 super Rp 5.500.

“Tidak benar jika diisukan harga beras ikut naik dikarenakan oleh kenaikan gaji PNS , bahkan diperkirakan turun,” jelas Udin.  (banyumasnews.com/lin)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.