Jelang Agustusan,penjual bendera sepi pembeli

Meski bertepatan dengan momen Agustusan, namun penjualan bendera Merah Putih di sejumlah tempat di Banyumas sepi pembeli. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini omset turun drastis.

Seperti yang dialami Mono (51), warga Pereng, Purwokerto, berjualan bendera justru membuatnya rugi jutaan rupiah . Dia mengaku bisnis penjualan bendera di tahun ini jauh dari kata menguntungkan, berbeda dari tahun tahun sebelumnya dalam dua hari dia bisa meraup keuntungan bersih sebesar Rp 2 juta.

Mono mengaku telah menggeluti bisnis tersebut sejak 15 tahun yang lalu, dan dari pendapatannya berjualan bendera dia berhasil menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Namun sejak pindah ke jalan Jendral Sudirman, hampir lima hari berjualan bendera tetap sepi pembeli.

Sebelumnya Mono berjualan di depan Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto, kemudian pindah ke lokasi sekarang karena dilarang oleh pemerintah. “Saat jualan di depan LP waktunya bisa sampai 24 jam karena pembeli terus berdatangan, entah itu perorangan atau instansi, namun sekarang paling setengah har kami sudah tutup,” ujar Mono.

Untuk menghindari kerugian yang terlalu besar, dia telah mengurangi stok bendera dari 20 kodi menjadi hanya 10 kodi. Di tempat Mono satu bendera merah putih berukuran besar dijual dengan harga Rp 100.000 hingga Rp 135.000 (sudah dibentuk) dan bendera berukuran sedang dibanderol Rp 10.000 benera(banyumasnews.com/lin)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.