Harga Bawang Merah di Brebes Anjlok

Memasuki masa panen raya, harga bawang merah di Brebes berangsur-angsur turun. Keadaan ini membuat kalangan petani mengeluh lantaran menderita rugi.

Sudarso (59), petani di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Brebes, Selasa (4/8) mengatakan, memasuki musim panen, harga bawang merah turun. Sebelumnya, harga bawang merah kering dari petani mencapai Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kilogram, namun saat ini hanya Rp 7.000 per kilogram.

Begitu pula, penjualan dengan sistem tebas juga turun. Biasanya nilai tebas bawang merah dari lahan seluas 1.000 meter persegi dapat mencapai sekitar Rp 7 juta, namun saat ini hanya Rp 5 juta. “Turunnya harga bawang merah juga akibat masuknya bawang impor selain panen raya,”  ujar Sudarso.

Menurut Sudarso, penurunan harga bawang merah menyebabkan petani tidak dapat menikmati panen. Pasalnya, hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi, terutama pengadaan bibit dan biaya pembelian pupuk. Saat ini, harga bibit naik da ri Rp 1,5 juta menjadi Rp 2,2 juta per kwintal.

Untuk mengolah bawang merah seluas 1.000 meter persegi, ia menghabiskan sekitar Rp 6 juta. Dari lahan tersebut, dihasilkan sekitar enam kwintal bawang merah kering. Kalau harga bawang merah mencapai Rp 11.000 per kilogram ya petani dapat upah (hasil), te tapi kalau hanya Rp 9.000 per kilogram, petani rugi, ujarnya.


Ratmini (55), petani lainnya mengatakan, selama ini petani tidak memiliki posisi tawar terhadap harga bawang merah. Setiap memasuki musim panen, harga bawang selalu turun. Menurut dia, panen kali ini terhitung masih awal. Diperkirakan harga bawang merah masih akan turun, seiring dengan semakin banyaknya petani yang panen.

Sejumlah pedagang bawang merah di Pasar Induk Bawang Merah Klampok Brebes, mengatakan, penurunan harga bawang merah terjadi sejak tiga hari lalu. Harga bawang merah kualitas pertama turun dari Rp 11.000 menjadi Rp 9.000 per kilogram, harga bawang mera h kualitas kedua turun dari Rp 9.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram, sedangkan harga bawang merah kualitas ketiga turun dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.500 per kilogram.

Penurunan harga bawang merah akibat melimpahnya pasokan. Saat ini, panen mulai berlangsung di daerah lain sepert Patrol Indramayu, Jabar. Selain itu, pasokan bawang melimpah karena masuknya bawang merah impor. Padahal di sisi lain, permintaan bawang turun, akibat menurunnya daya beli masyarakat (banyumasnews.com/bbs)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.