Kyai Jateng tolak dituduh lindungi terorisme

Ratusan kyai pengelola pondok pesantren di Jateng menyatakan menolak segala bentuk terorisme.Pernyataan itu diungkapkan karena seringkali para kyai dituduh sebagai pihak yang melindungi para teroris. Para kyai juga menyatakan Islam tak identik dengan kekerasan.

Pernyataan ratusan kyai tersebut disampaikan pada lokakarya yang digelar Lembaga Studi Etika, Media dan Masyarakat (eLSEMM) Indonesia bekerjasama dengan Puslitbang Kehidupan Keagamaan Balitbang, serta Diklat Depag RI di Semarang, Selasa (4/8).

Tampil sebagai pembicara dalamlokakarya tersebut pengasuh ponpes Al Fadlu wal Fadhilah Kaliwungu Kendal, KH. Dimyati Rois (Mbah Dim), Kepala Balitbang dan Diklat Depag RI Prof  Atho Mudzhar, Sosiolog  IAIN Walisongo Semarang Dr Abu Hafsin, dan Antropolog Undip Prof Mudjahirin Thohir.

Mbah Dim menyatakan bila ada pelaku terorisme yang berasal dari pesantren, hal tersebut merupakan ulah oknum dan bukan karena sengaja diajarkan di pesantren. “Kami secara tegas menolak terorisme. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, apalagi terorisme dengan dalih apapun. Pesantren juga tidak menerapkan kurikulum yang mengajarkan penggunaan kekerasan bagi para santrinya.,” kata mBah Dim.

Pembicara lain, Prof  Atho Mudzhar tak memungkiri setelah peristiwa bom Bali, banyak anggapan yang memojokkan kalangan pesantren sebagai tempat asal teroris. Meski begitu, dia sepakat dengan Mbah Dim jika hal tersebut bukan karena apa yang diajarkan di pesantren. Hal tersebut menurutnya terjadi karena pemahaman keagamaan yang keliru.

“Mungkin ada pelaku bom Bali yang alumni pesantren. Tapi apa yang dilakukan mereka akibat persinggungan para pelaku terorisme dengan peristiwa peperangan yang terjadi di sejumlah negara seperti Afganistan, dan Palestina,” katanya.

Atho Mudzhar menyayangkan anggapan yang salah kaprah tersebut. Jihad para pelaku bom itu salah kaprah. Dari 7000 pesantren di Indonesia, tidak ada yang mendidik santrinya untuk jadi teroris (banyumasnews.com/smg)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.