Akibat tekanan ekonomi, pengangguran gantung diri

Miswan (69), warga RT 3 RW 6 Kelurahan Purbalingga Wetan, kecamatan Purbalingga nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali jemuran di ruang tamu rumahnya, Selasa (4/8). Lelaki tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu diduga mengalami tekanan ekonomi dan jiwanya terganggu.

Jasad korban ditemukan pertama kali sekitar pukul 08.30 oleh istrinya, Jumiati usai pulang kerja menjadi buruh nyuci di salah satu rumah tetangganya. Istrinya yang sempat panik langsung menurunkan tali pengikat dan menurunkan ke lantai.

Seperti dituturkan kepada polisi, Jumiati mengaku pada pagi harinya korban sempat sarapan nasi rames dekat rumah mereka. Setelah itu dirinya pergi bekerja tak jauh dari rumahnya. Usai bekerja, dirinya bermaksud pulang dan akhirnya dibuat kaget dengan ulah suaminya. “Sewaktu ditinggal berangkat kerja pukul 6 pagi, saya tidak ada perasaan apapun bakal kejadian seperti ini,” kata Jumiati kepada polisi.

Sejumlah tetangga dekat korban mengatakan, setiap hari mengenal korban tidak banyak omong. Hanya saja Miswan sempat menunjukkan perilaku yang tergoncang jiwanya. Apalagi sejak dirinya pernah jatuh dan menghalami luka dalam di kepalanya.

“Dari sisi ekonomi memang dari keluarga kurang mampu. Penghasilan suami tidak menentu, sedangkan istrinya buruh nyuci. Beberapa kali juga istrinya pernah sambat, korban sering salah paham jika membicarakan penghasilan,” papar sejumlah tetangg. (banyumasnews.com/pbg) gantungdiri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.