Jateng Canangkan Gerakan Anti Teroris

Untuk mempersempit ruang gerak para teroris dan mencegah munculnya sel-sel baru kelompok teroris, Jawa Tengah mencanangkan Gerakan Anti Teroris. Pencanangan dilakukan di Cilacap, Selasa (4/8), oleh Gubernur Bibit Waluyo, Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Haryadi Sutanto. Dipilihnya Cilacap sebagai tempat pencanangan karena gembong teroris Noordin M Top telah memiliki anak buah di wilayah ini.

Pencanangan dilakukan dengan membuka selubung baliho berukuran 4×6 meter bergambar buron teroris nomor satu Indonesia, Noordin M Top. Baliho raksasa ini terpasang di sudut alun-alun Cilacap.Usai melakukan pembukaan selubung baliho, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan bagi para kepala desa/lurah, muspika, muspida se-eks Keresidenan Banyumas di Gedung Patra Ria kompleks Pertamina, Cilacap.

Kapolda Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo mengatakan, pencanangan gerakan anti teroris sebagai upaya mempersempit ruang gerak Noordin M Top dan jaringannya. Hal ini karena Jawa Tengah menjadi pakunya nusantara, sehingga menjadi tolok ukur keamanan di Indonesia.

Kapolda membantah jika Cilacap adalah daerah prioritas pemberantasan teroris. ”Kegiatan ini adalah yang kedua, kemarin kita di Surakarta, jadi bukan berarti Cilacap yang paling prioritas” tutur Kapolda. Menurutnya, yang terendus adanya teroris selain Cilacap adalah Kendal, Klaten dan Temanggung. Sehingga secara umum, pemberantasan teroris ini dilakukan diseluruh wilayah Jawa Tengah.

Dengan pemasangan baliho buron tersebut, katanya diharapkan masyarakat ikut memantau. Dan dari sisi hukum dengan masuknya para teroris itu sebagai DPO (daftar pencarian orang) maka setiap warga sekarang diperbolehkan untuk melakukan penangkapan sendiri. Dalam kesempatan itu Kapolda memberikan nomor HP nya yang katanya bisa dihubungi setiap waktu demi keamanan Jateng. Langkah dia agar diikuti oleh semua Kapolwil dan Kapolres. ”Kalau ada nomor HP Kapolwil atau Kapolres yang tidak bisa dihubungi atau susah dihubungi masyarakat, segera dilaporkan ke saya. Saya akan segera menindaknya” tegas Kapolda.

Kapolda juga mengajak para kepala desa dan masyarakat untuk bersama-sama mencegah aksi terorisme. Menurutnya, Noordin M. Top yang bukan warga negara Indonesia telah menghasut warga negara Indonesia untuk menghancurkan bangsanya sendiri.

”Saya tak ingin negara kita diacak-acak warga negara lain. Kalau berani, tangkap sendiri (Noordin M. Top-red.) tetapi kalau tidak, laporkan keberadaannya,” kata Alex .

Kapolda mengatakan, hal itu merupakan suatu kewajiban sebagai warga negara untuk menciptakan kondisi aman dan makmur. Terkait maraknya penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan teroris, kapolda mengharapkan, warga Cilacap tidak berkecil hati karena di daerah lain juga banyak dilakukan penangkapan terhadap orang-orang tersebut.

Sementara itu Gubernur Bibit Waluyo mengatakan, upaya memberantas teroris  diterapkan kepada masyarakat dengan pola wajib lapor bagi para pendatang. ”Administrasi di desa baik. Tapi masalah wajib lapor tidak baik. Ini yang harus digalakkkan sehingga para pendatang di sebuah RT dan juga desa terpantau dengan cepat” ujar Gubernur (banyumasnews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.