61,74 Persen Penduduk Purbalingga Terjamin BPJS

Ditulis 06 Jan 2014 - 18:37 oleh Yit BNC

Pelayanan BPJS di RSUD Goeteng - Petugas RSUD GT Loket Informasi saat menerangkan perubahan adminitrasi dalam program BPJS Kesehatan. (BNC/tgr)

PURBALINGGA (Banyumasnews.com) – Sekitar 61,74 persen dari 881.831 penduduk Purbalingga, telah terjamin asuransi kesehantannya melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sisanya, termasuk yang mampu maupun 140-an ribu penduduk miskin non kuota dimotivasi untuk mengikuti asuransi kesehatan berskala nasional yang terbuka untuk segala lapis masyarakat ini.

“Program pemerintah ini harus didukung oleh semua pihak, karena program ini sangat bermanfaat dan membantu bagi siapa saja yang sakit, terutama yang terkendala masalah biaya,” ujar Bupati Drs H Sukento Rido Marhaendrianto MM saat melakukan peninjauan pelaksanaan BPJS ke puskesmas-puskesmas dan RSUD Goeteng Tarunadibrata, Senin (6/1).

Menurut Kepala Operasional BPJS Kesehatan Purbalingga Sutrisno, selain 140-an ribu penduduk miskin non kuota, pihaknya juga memotivasi perusahaan-perusahaan baik PMDN maupun PMA untuk mengikutsertakan seluruh pekerjanya. Sebab, data yang diperolehnya dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Purbalingga, dari sebanyak 27.942 pekerja, yang terjamin BPJS Kesehatan baru sebanyak 4.940 peserta atau sekitar 17,6 persennya saja.

“Kami sangat memotivasi perusahaan agar memikirkan kesejahteraan pekerjanya dengan mengikutkan mereka dalam program ini. Cukup murah kok,” katanya.

Trisno menambahkan, besaran iuran untuk pekerja penerima upah hanya 5 persen dari gaji yang diterima tiap bulan. Dari 5 persen itu, 4 persen diantaranya menjadi tanggungan perusahaan, 0,5 persen dibayar pekerja, dan 0,5 persen disubsidi pemerintah.

“Satu peserta dengan jumlah tanggungannya sebanyak 5 orang, yaitu ayah, ibu dan tiga orang anak,” katanya.

Kepada Bupati Sukento saat berkunjung ke Kantor BPJS Kesehatan Purbalingga yang berada di depan Pasar Mandiri itu, Trisno menceritakan di hari pertama dilaksanakannya program ini, tepatnya Kamis (2/1), pihaknya menerima limpahan pasien berpenyakit kronis. Bahkan, ada seorang pasien hemodialisa (cuci darah) yang mendaftarkan diri untuk kelas III senilai Rp 25.500, hari itu juga kartu BPJS Kesehatannya jadi dan langsung digunakannya di hari yang sama. Pasien ini menerima tindakan cuci darah tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Luar biasa! Ini jelas sangat membantu warga miskin terutama yang terserang penyakit kronis,” jelasnya.

Seperti diketahui, BPJS Kesehatan ini terbuka untuk semua lapis masyarakat, semua profesi bahkan yang tidak bekerja sekalipun. Persyaratan sangat mudah, datang saja ke kantor BPJS Kesehatan dengan membawa fotokopi KK, fotokopi KTP, fotokopi surat nikah/surat cerai, fotokopi akta kelahiran, pas foto 3×4 (balita tidak perlu), dan mengisi formulir yang telah disediakan.

“Untuk peserta kelas I, diminta premi 59.500 rupiah per bulan per jiwa, kelas II 42.500 rupiah dan kelas III 25.500 rupiah,” jelasnya. Jika dari pusat on line terus, kata dia, kartu BPJS Kesehatan bisa langsung jadi tanpa menunggu esok harinya.  (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response