Bidan Asal Berlin Ajari Senam Nifas di Puskesmas Kutasari

Ditulis 06 Jan 2014 - 18:29 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (Banyumasnews.com) – Data Puskesmas Kutasari menunjukkan banyaknya ibu pasca melahirkan yang menderita penyakit Hemoroid atau dikenal sebagai wasir/ ambeien.

Kepala UPTD Puskesmas Kutasari Kabupaten Purbalingga drg Tanti Yuliastuti MM mengatakan hal ini disebabkan para ibu nifas ini sebagian besar bekerja di pabrik bulu mata palsu dan rambut palsu. Sehingga selama kehamilan, waktunya banyak dihabiskan dengan duduk.

“Padahal, dalam kondisi hamil harus diimbangi dengan berolahraga, salah satunya melalui senam  hamil.  Kemudian setelah melahirkan dianjurkan untuk senam nifas. Disamping berfungsi untuk menguatkan otot panggul  juga bisa untuk mengurangi rasa sakit pada ibu yang hemoroid,” ujar Susanne Maillard, seorang bidan dari Berlin – Jerman yang  menyempatkan berkunjung ke Puskesmas Kutasari, kemarin.

Menurut Tanti, Susanne sengaja datang ke Purbalingga, khususnya ke Puskesmas Kutasari, untuk berbagi ilmu tentang kebidanan di negaranya. Kunjungan yang berlangsung selama 2 hari berisi tentang berbagai materi dan praktek penting seputar dunia kebidanan modern, termasuk peragaan senam nifas.

Peragaan senam nifas yang dilakukan di hari kedua, menggunakan Birth Ball, bola besar berdiameter 70 cm yang lentur dan tidak mudah meletus bila ditekan. Di Indonesia, senam nifas termasuk hal yang jarang dilakukan oleh ibu yang baru saja melahirkan.

“Padahal senam nifas ini memiliki banyak manfaat seperti menjaga stamina tetap baik, mencegah kelelahan, mempercepat pemulihan pasca melahirkan, dan menguatkan otot panggul yang kendur setelah melahirkan,” jelas bidan Susanne.

Selain peragaan senam nifas, Susanne juga melakukan dialog dengan para bidan yang bekerja di wilayah Kutasari. Di Jerman, kasus-kasus kehamilan biasa lebih banyak ditangani oleh bidan. Hanya bila terjadi kasus besar seperti harus operasi, baru ditangani Dokter Kandungan.

“Bidan juga akan mendampingi, dan memonitor kesehatan ibu-ibu yang melahirkan  dengan kunjungan  ke rumah, hingga lima bulan lamanya”, imbuh Susanne.

Di akhir kegiatan, Susanne menghibahkan 12 Birth Ball ini ke Puskesmas Kutasari. Dia berharap Puskesmas Kutasari dapat menjadi percontohan penerapan senam nifas pada ibu-ibu pasca melahirkan, agar kembali memiliki kondisi tubuh dan kesehatan seperti sebelum melahirkan. Dari Kutasari, Susanne langsung melanjutkan lawatannya ke Yogyakarta dan Bali. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response