Malam Ini Harga Elpiji Diturunkan

Ditulis 06 Jan 2014 - 16:05 oleh Sista BNC

Jakarta (BanyumasNews.Com) – Mulai Selasa (6/1/2014) malam atau Rabu (7/1/2014) dini hari nanti, harga elpiji diturunkan lagi menyusul kenaikan harga sejak 1 Januari  2014 yang menuai kritik masyarakat karena dirasa sangat memberatkan.

Seperti diketahui, Pemerintah dan PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg pada 1 Januari. Namun mulai nanti malam harga gas elpiji 12 kg diturunkan lagi dari Rp 117.708 menjadi Rp 82.200 per tabung. Revisi penurunan harga ini berarti tetap ada kenaikan harga gas elpiji 12 dari harga sebelumnya yakni naik Rp.1.000 per kilo dari Rp 3.959/kg.

“Kalau naik Rp 1.000/kg, kasarnya kerugian Pertamina sekitar Rp 6,5 triliun,” kata Dahlan di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/1/2013) seperti dikutip Detik.

Kebijakan pertamina untuk menaikan harga elpiji tabung 12 kg ini sudah mulai diberlakukan mulai tanggal 1 Januari pukul 00.00 dari harga Rp 70.200/tabung jadi Rp 117.708/tabung. Namun Pertamina mengaku masih akan rugi lebih dari Rp 2 triliun per tahun karena menjual elpiji 12 kg

Menurut catatan dari Pertamina, jumlah konsumsi elpiji 12 kg pada 2013 mencapai 977.000 ton. Dengan harga pokok elpiji (harga keekonomian) rata-rata meningkat US$ 873 serta nilai tukar rupiah yang terus melemah, maka kerugian Pertamina sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 5,7 triliun.

Apakah setelah diturunkan harga elpiji 12 kg akan dinaikkan lagi oleh Pertamina? “Hanya langit yang tahu, pokoknya kita tidak ada intervensi,” ujar Dahlan.

Dahlan mengatakan, saat ini sebenarnya ada sekitar 4 perusahaan yang menjual elpiji. Namun mereka tidak menjual langsung. “Ada yang menjual ke Pertamina, ada lagi yang tidak menjual ke dalam negeri, mereka ekspor,” kata Dahlan.

Harga jual ini berlaku dari Pertamina ke agen elpiji. Harganya di konsumen ada selisih sekitar Rp 10.000-20.000 per tabung, karena ada yang dijual melalui pengecer.

Keputusan menurunkan harga jual elpiji 12 kilo ini diambil setelah diadakan pertemuan antara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pemerintah dan Pertamina.

Tentang Penulis

Leave A Response