Pelayanan Istri Kurang, Suami Berpaling ke Wanita Lain

Sarasehan Peningkatan Kualitas Ibu dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga, di Pendapa Dipokusumo, Sabtu (4/1/2014).PURBALINGGA (Banyumasnews.com)  – Fenomena keretakan keluarga yang banyak terjadi akhir-akhir ini, salah satunya  dipengaruhi oleh tingkat pelayanan istri kepada para suaminya. Sehingga banyak diantara para suami yang kemudian berpaling  kelain hati.

“Saya rasa saat ini banyak ibu yang mengabaikan tugas pelayanan kepada suami. Bukan saja melayani secara biologis, tetapi pelayanan dalam keseharian harus selalu diperhatikan. Jangan malas mandi, jangan memakai daster yang usianya sudah 10 tahun saat suami hendak berangkat bekerja,” kata Bupati Drs Sukento Rido Marhaendrianto MM saat membuka  Sarasehan Peningkatan Kualitas Ibu dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga, di Pendapa Dipokusumo, Sabtu (4/1/2014).

Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-85 tingkat Kabupaten Purbalingga. Sarasehan diikuti jajaran Gabungann Organisasi Wanita dan sejumlah perwakilan perusahaan di Purbalingga.

Menurut Sukento, dalam mewujudkan ketahanan keluarga, para ibu harus memiliki trust atau kepercayaan. Sehingga mampu membentuk suasana saling menghargai dan bekerjasama antar seluruh anggota keluarga. “Rasa saling menghargai harus menjadi hal yang utama dalam keluarga,” tandasnya.

Hal lain yang perlu dimiliki istri adalah integritas. Yakni berperilaku disiplin dan konsisten, berfikir, berkata dan bertindak terpuji serta professional dan bertanggungjawab kepada keluarga. “Itu semua menjadi modal bagi seorang  istri untuk menjadi ibu yang berkualitas dan bisa mewujudkan ketahanan keluarga yang prima,” tambahnya.

Senada dengan Bupati, salah satu pembicara, Brigadir Teguh Susilo SPsi menyampaikan tujuh tips menuju keluarga harmonis. Antara lain membuat komitmen jangka panjang, saling percaya, terbuka untuk curhat, saling memberi hadiah pada momen tertentu serta memiliki saat berdua pada momen istimewa.

“Pasangan juga dituntut mampu saling memaafkan dan membuat solusi terbaik atas segala permasalahan yang terjadi dalam keluarga,” kata Teguh Susilo.

Pembicara lainnya, Dra Tri Wuryaningsih MSi dari Unsoed Purwokerto menuturkan salah satu upaya menjadi wanita yang memiliki kesetaraan gender adalah dengan melakukan perubahan paradigma kesetaraan gender.

“Perempuan harus mampu mengidentifikasi kebutuhan strategis gender. Sehingga dapat menguatkan perempuan dalam memperoleh akses yang lebih besar terhadap sumber daya yang dimiliki. Juga dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang lebih seimbang antara laki-laki dan perempuan,” jelasnya.  (Banyumasnews.com/Tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.