Marno, Sajikan Serba Ikan di “Fish to Fish” dan “Cafe Iwaq”

Ditulis 30 Des 2013 - 17:00 oleh Yit BNC

SAMSUNG DIGIMAX A503

PURBALINGGA (BNC) – Meskipun banyak warung makan di Purbalingga menyajikan menu dengan bahan ikan, namun menurut pengamat dan pelaku kuliner di Purbalingga Marno B Sanbardi (43), masih potensial. Itu terbukti, banyak pembeli yang membanjiri gerai “Fish to Fish” miliknya, di Jalan Raya Selakambang No. 17 A, Trenggilimng, Kalikajar atau 100 meter sebelah utara kantor Dinas Perhubungan  Purbalingga.

                “Mengingat mahalnya harga daging dan ayam potong maupun ayam kampung, maka kini banyak pembeli beralih ke ikan. Kami menangkap peluang bisnis ini, dan ternyata prospektif,”  ujar Marno B Sanbardi di gerai Fish to Fish miliknya.

                Gerai Fish to Fish itu menyatu dengan gerai sosis No’s Food milik  Marno, alumni jurusan Sosiologi UGM yang kini sukses sebagai pengusaha kuliner. Marno mengaku siap melayani pelanggannya 24 jam, lewat layanan nomer HP 082137693694.  “Bagi kami, pembeli itu raja, dan kami siap melayani kapanpun,”  ujar Marno.

                Di gerai yang dikelolanya itu  dengan model booth fast food atau stan makanan cepat saji, Marno menyajikan  aneka makanan serba ikan. Diantaranya ada Lele filet krispy, burger iwaq, tempura iwaq, camilan naget iwaq, dan sebagainya. Harganya pun cukup murah, mulai Rp 4000,- .

                “Fish to Fish ini adalah pilot project yang nantinya akan dikembangkan di semua daerah di purbalingga seperti di depan mini market mini market atau tempat tempat strategis lainnya. Dan kami kini tengah menjajagi kemitraan dengan management Owabong untuk mengembangkan Fish to Fish ini,” ujar Marno.

                Marno mengakui, pihaknya kini juga mengembangkan olahan cepat saji serba ikan di Cafe Iwaq, yang berada di depan Taman Reptil Sanggaluri Park  di Jl Raya Bumi Perkemahan Munjulluhur , Kutasari Purbalingga. Untuk pemesanan tempat di cafe yang ditata artistik ini, bisa menghubungi telpun 0281-6599177 atau Adi Purwanto (081548877849).

                Di Cafe Iwaq itu, lanjut Marno, pihaknya menyediakan juga  tempura iwaq, naget iwak, dan burger iwak, dengan harga mulai Rp 6000,-. Sementara di   stand no’s  food menyajikan  bratwurst , burger dan hotdog dengan toping mayonase dan sayur yang segar dari petani sayur di serang pratin

                Masih di Cafe Iwaq, lanjut Marno, ada stand  Wartesa  dengan menu andalan pepes ikan yang diolah dengan bumbu rempah dan di masak selama 7 jam, sehingga tulangnya  menjadi  lunak. Kemudian, stand  Puri’s food dengan menu andalan baso ikan. “Meskipun  berbahan dasar ikan tetapi  sama sekali tidak berbau amis, bahkan kalau di gigit tidak menyangka kalau baso tersebut berbahan dasar ikan,” ujar Marno.

                Stand lainnya, lanjut Marno, Ratnasari, yakni spesialis  guramih bakar dan goreng. “Dijamin, di stand ini rasa sambelnya bikin pipi memerah, plus lalaban dan oseng kangkung yang nylekamin.Dan untuk stand minuman, tersaji pula stand Jast jus, yang menyajikan  aneka juss buah segar, dengan  harga mulai dari Rp. 6.000 per gelas,” ujarnya.

                Dijelaskan Marno,  Cafe Iwaq  sebagai sarana pemasaran ikan yang sudah diolah dan disajikan matang sebagai penunjang pemasaran ikan hasil dari budidaya petani di Purbalingga, buka setiap hari jam 09.00 pagi sampai jam 17.00 WIB. (tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response