Kelulusan SMP Cilacap 90,64%

Ditulis 01 Jul 2009 - 21:59 oleh Mr Banyumas

Hasil kelulusan tingkat SMP/MTs di Kabupaten Cilacap kali ini melebihi standar rata-rata untuk kelulusan tingkat Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 87,36 persen. Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cilacap, Masirun, persentase kelulusan untuk tingkap SMP di wilayahnya kini mencapai 90,64 persen.
Dari jumlah peserta ujian SMP/MTS sebanyak 29.028 siswa, seperti dikutip dari wawasandigital.com, yang dinyatakan lulus sebanyak 26.310 siswa. “Sisanya yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 2.718 siswa, atau tingkat kelulusannya 90,64 persen dan lebih tinggi dari standar rata-rata untuk provinsi,” tandas Masirun.
Pengumuman UASBN SMP-MTs dan SD/MI dilakukan secara bersamaan dengan pembagian rapor kenaikan untuk siswa SD kelas 1 sampai 5. Sedangkan untuk peserta UASBN SD/MI di kabupaten Cilacap, dari sebanyak 33.896 siswa, yang dinyatakan lulus sebanyak 32.804 siswa atau dinyatakan tidak lulus sebanyak 1.092 siswa.
Khusus untuk tingkat SMP meski sempat tertunda, namun pelaksanaan pengumuman kelulusan di Kabupaten Cilacap secara umum dapat berjalan dengan lancar.
Sebelumnya dari pihak Satuan Narkoba Polres Cilacap memang sengaja menerjunkan anggotanya untuk memantau sejumlah sekolah secara prioritas. Pantauan petugas ini untuk mengantisipasi adanya pesta narkoba dikalangan siswa SMP yang sedang merayakan kelulusannya.
1.390 tak lulus
Sementara itu, sebanyak 1.390 siswa atau sekitar 14,59 persen dari total peserta sebanyak 11.974 siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTS Banjarnegara, dinyatakan tidak lulus. Pasalnya, nilai mereka di bawah syarat kelulusan.
Data di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Banjarnegara, jumlah siswa yang tidak lulus terinci dari SMP negeri atau swasta sebanyak 869 siswa. Sedangkan untuk SMP terbuka, siswa yang tidak lulus mencapai 295 siswa dan sekolah MTs sebanyak 226 siswa.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Disdikpora Banjarnegara, Suko Bagyono mengatakan, bagi siswa yang tidak lulus ujian, pihaknya mewajibkan kepada mereka agar mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) paket B yang akan dimulai pada awal bulan Juli mendatang.
Pengumuman ujian nasional SMP/MTS sendiri mundur satu hari dari waktu yang sudah direncanakan sebelumnya, yakni Jumat (19/6) lalu.

Tentang Penulis

Leave A Response