Diduga Stres, Seorang Ibu di Inggris Mencoba Jual Bayinya via Internet

Ditulis 29 Des 2013 - 11:00 oleh Eko Nurhuda
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
141
Dalam Tag

ibu jual bayi di internet

BRADFORD (NBC) – Seorang ibu muda yang tak disebutkan namanya ditangkap petugas kepolisian Bradford, Inggris, Jumat (28/12) waktu setempat karena menawarkan bayinya yang berusia empat bulan di sebuah situs iklan gratis.

Dalam iklan yang dipasang di situs Gumtree, sang ibu menghargai bayinya senilai 150 ribu pound atau setara tiga milyar rupiah. Alih-alih menarik minat pembeli, orang-orang yang membuka iklannya justru menelepon polisi dan dinas sosial setempat.

Banyaknya pengaduan dari masyarakat membuat polisi melakukan penyelidikan. Polisi lantas melacak wanita tersebut, dan berhasil mengetahui alamat rumahnya. Bersama petugas dari dinas sosial, polisi lantas mendatangi ibu berusia 20 tahun tersebut dan membawa dua anak lelakinya untuk diasuh oleh dinas sosial.

Ibu muda yang tak disebutkan identitasnya itu merasa terpukul. Kepada Daily Mail ia mengatakan iklan itu hanyalah lelucon Natal. Ia terpancing tantangan temannya untuk membuat iklan yang menawarkan anaknya, namun sama sekali tak bermaksud untuk benar-benar menjual sang bayi.

“Ini sungguh bodoh dan aku tak seharusnya melakukan hal tersebut. Aku sungguh tak menyangka ini bakal direspon secara serius,” ujar ibu muda tersebut.

Lelucon Natal
Menurut seorang saksi, iklan tersebut pertama kali muncul tepat pada Boxing Day, yakni tanggal 26 Desember. Awalnya dalam iklan itu tertulis, “Bayi dijual pembayaran hanya lewat Pay Pal” diikuti label harga sebesar £150,000.

Tak lama berselang deskripsi iklan tersebut berubah namun harganya tetap. Salah seorang user yang kaget melihat iklan itu langsung mengirim email, dan dijawab oleh ibu muda tersebut bayinya dijual karena ‘terus menangis’.

iklan internet jual bayi

“Aku mencintai anak-anakku, mereka membuatku merasa sangat bahagia. Aku ingin mereka bahagia. Ini sungguh sebuah lelucon yang sangat, sangat bodoh,” sesalnya. “I menangis dan memohon di kaki salah seorang petugas dinas sosial, tapi dia tak peduli dan tetap membawa anak-anakku pergi.”

Hukum di Britania Raya melarang jual-beli anak. Meski begitu petugas kepolisian tak menahan sang ibu. Persoalan ini dilimpahkan pada dinas sosial mengingat ibu muda tersebut terlihat mengalami depresi sehabis berpisah dengan pasangannya sebelum Natal.

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response