Cetak Gol, Selebrasi Nicolas Anelka Diprotes Menteri Olahraga Prancis

Salam anti Yahudi Nicolas Anelka

LONDON (NBC) – Nicolas Anelka mencetak dua gol penting saat timnya, West Bromwich Albion, menahan imbang tuan rumah West Ham United dalam lanjutan Premier League pekan ke-19, Ahad (29/12) dini hari WIB. Namun, alih-alih membicarakan dua golnya, media Inggris dan Eropa justru ramai-ramai mempersoalkan selebrasi sang pemain.

Anelka absen membela klubnya sejak 26 Oktober, ketika West Brom dikalahkan eks klubnya Liverpool dengan skor 1-4. Total ia absen selama dua bulan penuh. Maka menjadi spesial jika ia mencetak dua gol penting dalam laga pertamanya setelah absen.

West Brom tertinggal lebih dulu ketika West Ham mencetak gol cepat di menit ke-4 melalui Joe Cole. Skor 1-0 bagi tuan rumah bertahan hingga lebih dari setengah jam. Memasuki menit ke-40, Anelka mulai beraksi dengan mencetak dua gol sekaligus dalam rentang waktu lima menit.

Gol pertama Anelka tercipta di menit ke-39. Memanfaatkan umpan terobosan matang dari Chris Brunt, eks pemain tim nasional Prancis ini melepas tendangan kaki kanan terukur dari tengah kotak penalti. Bola yang mengarah ke pojok kiri bawah gawang tak mampu dijangkau oleh kiper West Ham. Skor pun imbang 1-1.

Gol kedua Anelka di menit ke-45 terjadi menyusul serangkaian sepak pojok yang didapat West Brom. Sepak pojok pertama berhasil dihalau Cole, melahirkan sepak pojok kedua yang berbuah peluang melalui sundulan Jonas Olsson tapi mampu diblok kiper Jussi Jääskeläinen dan kembali melahirkan sepak pojok.

Pada kesempatan inilah Anelka membobol gawang Jääskeläinen untuk kali kedua. Bola dari sudut lapangan disambutnya dengan tendangan kaki kanan dari jarak sangat dekat. Gol! Babak pertama berakhir dengan WBA balik memimpin 2-1 atas tuan rumah.

Selebrasi Anti Yahudi
Dua gol Anelka ini membantu West Brom meraih sebiji poin dari London berkat hasil imbang 3-3. Namun, selebrasi gol yang dilakukan striker gaek ini membuatnya jadi pusat pemberitaan miring.

dieudonne m'bala m'bala anti-semitUsai mencetak gol, Anelka melakukan selebrasi yang di Prancis dikenal dengan nama la quenelle, yakni menangkupkan telapak tangan di dada kiri. Namun dalam pertandingan tersebut Anelka melakukannya dengan cara terbalik, yakni menangkupkan telapak tangan kiri di dada kanan.

Selebrasi ini mendapat sorotan dari negeri asal Anelka. Menteri Olahraga Prancis, Valerie Fourneyron, mengkritik sikap tubuh sang striker dengan menyebutnya sebagai aksi anti Yahudi. Isu menjadi semakin sensitif karena Anelka adalah seorang Muslim. Pemerintah Prancis juga sedang berusaha melarang pertunjukan komedian Dieudonne M’bala M’bala yang kerap menunjukkan gestur serupa saat show.

“Gestur Anelka sungguh merupakan provokasi yang mengejutkan. Tidak ada tempat bagi sikap anti-Yahudi di lapangan sepak bola,” demikian pernyataan Menteri Valerie Fourneyron di akun Twitter-nya.

Insiden ini langsung mendapat perhatian dari Footbal Association selaku otoritas sepak bola Inggris. Organisasi anti-diskrimanis Kick It Out juga langsung memberikan dukungan pada FA dengan menawarkan bantuan dalam proses investigasi.

Namun demikian Anelka membantah bahwa selebrasinya merupakan gestur anti-Yahudi. “Gestur ini adalah dedikasi khusus bagi rekan saya Dieudonne,” ujar sang striker via akun Twitter pribadinya. Maksudnya, selebrasi itu merupakan bentuk dukungan Anelka pada Dieudonne yang terancam dilarang pertunjukannya oleh pemerintah Prancis.

Manajer sementara Albion, Keith Downing, membela Anelka dengan mengatakan pemainnya tersebut merasa sangat terkejut dengan kehebohan yang terjadi menyusul selebrasinya tersebut.

“(Aksi Anelka) ini tidak ada hubungannya dengan apa yang mereka katakan. Ini semua benar-benar sampah,” kutuk Downing.

Di lain pihak, Dieudonne M’bala M’bala sendiri mengatakan bahwa gestur yang sering ia tunjukkan bukanlah aksi anti-Yahudi. Ia bahkan mengancam bakal menuntut kelompok yang menyebut gesturnya itu sebagai salam Nazi. Komedian ini menyebut gestur khasnya itu sebagai la quenelle yang secara harfiah berarti “pangsit ikan” dan melambangkan sikap anti-Zionis dan anti-kemapanan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.