“Saya Sangat Bersalah Kepada Ibu ….”

Ditulis 23 Des 2013 - 15:19 oleh Yit BNC

PURBALINGGA – Menyadari betapa besar kesalahannya pada sang ibu, tiga ratusan siswa kelas X SMK N Kaligondang, Purbalingga (Jateng)  larut dalam keharuan dan tangis yang tak tertahan lagi. Tak terkecuali  Deni Tiantoko (16). Bahkan dia sama sekali tidak menyangka, ternyata ibundanya dihadirkan dalam acara renungan suci dalam rangkaian Pembinaan Mental dan Karakter di Batalyon 406 / Bojong sekaligus peringatan hari ibu Minggu (22/12/2013).

 “Saya sangat bersalah pada ibu. Saya sering berbohong. Mulai saat sekarang, saya akan merubah semua perilaku buruk saya menjadi lebih baik, terutama pada ibu,” ujar anak ketiga Ny Aminah (51) dari Kembaran Wetan yang pada renungan suci sempat mencium kaki sang ibu untuk mengungkapkan maaf dan rasa bersalahnya.

Menurut penuturan Ny Aminah, sebelum tes semester lalu, dia diundang pihak sekolah yang mengatakan jika sudah dua bulan SPP belum dibayar. Betapa terkejut Ny Aminah, karena selama ini dia selalu teratur membayar SPP. Jangankan SPP, uang pembangunan saja sudah dilunasinya.

“Ternyata uang SPP yang saya berikan tidak disampaikan ke pihak sekolah,” ujar ibu rumah tangga yang bersuamikan buruh tani.

Deni mengaku menyalahgunakan uang SPP-nya, untuk membayar hutangnya pada teman. Dia terpaksa berhutang karena saat berwisata dengan teman-temannya, ada pengeluaran tak terduga seperti biaya sewa mobil. Karena takut dimarahi orang tua kalau minta uang lagi, Denipun minta dibayari teman dulu.

Deni hanyalah satu dari ratusan remaja yang mengikuti kegiatan Pembinaan Mental dan Karakter hasil kerjasama pihak sekolah dan Batalyon 406/Bojong. Deni dan teman-temannya sudah tiga hari dua malam berkemah di kompleks Batalyon itu.

“Mereka mendapatkan materi PBB, PPM (Peraturan Penghormatan Militer), Outbond, jurit malam, siraman rokhani, bela negara dan implementasi Pancasila, tradisi penghormatan bendera, HIV/AIDS hingga renungan suci. Dari materi-materi itu, mereka belajar disiplin, pantang menyerah, tegas, relijius, berwawasan kebangsaan dan nasionalisme,” kata Komandan Latihan Kapten Inf Putut Januarto.

 Dalam satu pekan terakhir, pihaknya telah menggembleng tiga kompi siswa dari dua sekolah: SMK N Kaligondang dan SMK N Rembang. Kegiatan semacam ini telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2010. Tak hanya sekolah, pihaknya juga pernah bekerja sama dengan perguruan tinggi, sebagai contoh Unsoed.

 “Jadi, saat ini banyak masyarakat mulai sadar pentingnya pembinaan militer di kalangan remaja. Yang jelas apa yang mereka dapatkan disini semua positif dan sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak,” imbuhnya.

 Sementara itu, Wakil Kepala Kesiswaan SMK N Kaligondang, Tyas Utami SPd mengatakan pihaknya telah mengikutkan para siswanya dalam kegiatan pembinaan mental dan karakter ini sejak kegiatan itu ada di Batalyon ini. Bahkan bisa dikatakan SNK N Kaligondang-lah yang mengawali kerjasama penggemblengan siswa ini di Purbalingga.

 “Ide ini terbersit saat ada Bursa Kerja dimana ternyata ada perusahaan yang mensyaratkan calon pekerjanya itu telah bersertifikat Kemiliteran, sebagai contoh PT Pama yang mengolah batubara. Karena siswa kami itu SMK dan siap kerja, kami merasa pendidikan militer itu penting,” jelasnya.

Untuk mengikuti kegiatan ini, tiap siswa dipungut biaya Rp 150 ribu untuk makan selama tiga hari dua malam sebanyak tujuh kali, kaos militer, sound system, antar jemput siswa dari sekolah ke Batalyon pp, pelatihan intensif selama tiga hari dua malam, sertifikat, dan sebagainya. Namun karena tahun ini SMK N Kaligondang menerima dana blockgrand senilai Rp 40 juta, pihaknya hanya membebani siswa senilai Rp 50 ribu untuk pengganti kaos militer.

Komandan Batalyon 406 Putra Widyawinaya mengatakan pihaknya menyelenggarakan kegiatan pembinaan mental dan karakter ini tak pernah memungut biaya. Kalaupun ada sama sekali tidak bersifat komersil dan biasanya berasal dari inisiatif sekolah sebagai pendukung akomodasi dan sebagainya.

“Kami siap berkerja sama dengan masyarakat siapapun untuk kegiatan positif. Bahkan bukan hanya pelatihan, jika memang ada masyarakat yang membutuhkan bantuan kami untuk kebersihan, membangun jalan dan sejenisnya, jika kami memang pas tidak ada kegiatan lain, dan personil ada, kami siap, dan sekali lagi tak dipungut biaya apapun,” tegasnya.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs Subeno SE MSi menyambut gembira kegiatan positif yang melibatkan Batalyon 406/Bojong ini. Menurutnya, untuk tiga hari dua malam dengan materi dan pembinaan yang padat dan sangat bermanfaat, kontribusi Rp 150 ribu sangatlah murah.

“Saya memang menerima aduan dari orang tua siswa yang katanya Batalyon memungut dana untuk pembinaan mental dan karakter. Setelah saya pelajari, 150 ribu sangatlah murah untuk materi yang sedemikian bermnafaat untuk bekal siswa di kemudian hari,” ungkapnya.

Menurut Subeno, selama ini telah banyak seminar-seminar atau try out untuk siswa yang diselenggarakan pihak swasta yang meminta kontribusi jauh lebih mahal dengan kegiatan hanya sehari, bahkan hanya beberapa jam saja. Padahal seringkali kegiatan seminar itu tidak terlalu intensif. (BNC/tgr)

RENUNGAN : Deni Tiantoko (16), salah seorang siswa menangis dihadapan ibunya pada acara renungan suci dalam rangkaian Pembinaan Mental dan Karakter di Batalyon 406 / Bojong, Minggu (22/12). (Foto : BNC/tgr)

RENUNGAN : Deni Tiantoko (16), salah seorang siswa menangis dihadapan ibunya pada acara renungan suci dalam rangkaian Pembinaan Mental dan Karakter di Batalyon 406 / Bojong, Minggu (22/12). (Foto : BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response