Kurang promosi, lahan 21 hektar tak dilirik Investor

Ditulis 02 Agu 2009 - 23:04 oleh Banyumas1

Pemkab Banjaregara telah menyediakan 21 hektar tanah milik Pemkab untuk digunakan usaha bagi investor, dengan tujuan menyerap lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya ke Banjarnegara masih sulit. Salah satunya karena kurangnya promosi, sehingga investor tdak melirik.

Bupati Banjaregara Ir Djasri ST MT kepada wartawan mengaku , sudah memberikan kemudahan berupa tanah seluas 21 hektar, namun promosi potensi Banjarnegara ke luar sangat kurang. Ini pekerjaan rumah untuk dapat menarik investor.

Menurut bupati menjelaskan, tanah seluas 21 hektar yang berada di dalam kota itu dua tahun gratis disediakan oleh Pemkab. Selain itu, Pemkab juga bersedia membangunkan fasilitas jalan, menyediakan fasilitas listrik dan air bersih.

“Namun sejauh ini belum ada investor yang tertarik untuk memanfaatkan areal itu untuk investasi di bidang industri atau apa saja. Padahal kami siap memberikan segala kemudahan, termasuk kemudahan perijinan,” ujar Bupati.

Sesungguhnya, potensi Banjarnegara sangat banyak untuk dikembangkan oleh investor. Contohnya, potensi buah salak, bahwa di Banjarnegara kini terdapat 12.651.800 tanaman salak produktif, dengan tingkat produktivitas mencapai 15,31 kg/pohon/tahun. Dalam setahunnya, produksi salak dari Banjarnegara mencapai 1.936.621 kwintal.

Kecamatan di Banjarnegara yang terkenal sebagai penghasil buah salak, tersebar di Madukara, Banjarmangu, Pagentan, Sigaluh dan Banjarnegara.

Bupati menambahkan, saat ini sedang menjalin hubungan dengan Bambang Soesatyo, seorang pengusaha di Jakarta yang juga anggota DPR RI, untuk mau mendirikan pabrik pengalengan buah salak. ” Kita punya potensi, rasanya eman eman kalau ndak kita kembangkan,” ujarnya. (banyumasnews.com/bna)

Tentang Penulis

Leave A Response