Siswa SD Kristen Kunjungi Pabrik Permen Tertua di Indonesia

Ditulis 07 Nov 2013 - 09:27 oleh Nanang BNC

KUNJUNGI PABRIK PERMEN.5PURBALINGGA (BNC)–Sebanyak 48 siswa Klas 5 dan 6 SD Kristen Bina Harapan Purbalingga, kemarin mengunjungi pabrik permen Davos PT Slamet Langgeng di Jl Jend A Yani 67, Kandang Gempang, Purbalingga.Kegiatan field trip (kunjungan lapangan) itu untuk mengetahui seluk beluk keberadaan pabrik tertua di Purbalingga yang berdiri sejak tahun 1931, dengan jumlah karyawan saat ini mencapai 200 orang lebih.

                Dipandu guru pembimbing, Dra Ida Ratna Purwandari, Neli Sitorus S.Pd, Pandi Setiawan dan staf administrasi Ingska Rahmawati, ke 48 siswa–terdiri 22 oirang dari Klas 5, dan 26 siswa dari Klas 6, diterima kepala Bagian produksi PT Slamet Langgeng, Wiwi Haryanto. Sambil berkeliling ke seluruh ruangan di dalam pabrik yang berarsitektur Belnda, para siswa diberi penjelasan panjang lebar tentang proses produksi permen Davos hingga pemasarannya ke daerah Jateng, DIY, Jawa-Barat dan sebagian Jawa Timur.

                Wiwi Haryanto menjelaskan, PT Slamet langgeng dikelola secara turun temurun dan saat ini telah memasuki generasi ke 3 dibawah komando Nicodemus Hardi.

               Menurut sejarah Davos sendiri adalah nama sebuah kota berhawa dingin di Swiss. Kota kecil di lereng Pegunungan Alpen itu menginspirasi PT Slamet Langgeng menamai permen produksinya yang merupakan permen rasa mentol pertama di Indonesia.

                “Saat ini, kami memproduksi aneka permen Davos,  dengan merek Davos Roll, Davos Lux, Davos Classic, Davos Mild, dan Davos Fruit,” ujar Wiwi Haryanto.

                Seorang siswa Klas 6, Prasandi Pinasthiko kepada www.banyumasnews.com mengaku  senang bisa belajar mengenal seluk beluk keberadaan PT Slamet Langgeng.”Woww, bangunannya unik, model Belanda. Dan permen  yang diproduksi juga enak rasanya, yakni pedas   tapi semriwing ketika dikunyah di mulut,” ujar Iko, panggilan akrab Prasandi Pinasthiko.

                Setelah berkunjung ke PT Slamet Langgeng, para siswa diajak ke Kantor Bank Internasional Indonesia (BII) Purbalingga, di Jalan A Yani Purbalingga, yang tiudak jauh dari PT Slamet Langgeng. Di sini, para siswa diajari cara menabung dan mentransfer uang ke nasabah di dalam negeri maupun luar negeri.

                “Ini sebagai bagian dari pelajaran IPS. Kami ingin menanamkan kepada para siswa, agar mengetahui dunia perbankan, meski hanya sekilas,” ujar guru IPS, Dra Ida Ratna Purwandari.

                Field  Trip SD Kristen Bina Harapan Purbalingga, kemarin juga diikuti siswa Klas 1- 4. Hanya saja, obyeknya berbeda-beda. Untuk siswa Klas 1- 2 ke Taman Wisata Pendidikan Purbasari, Pancuranmas di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara, sedangkamn siswa Klas 3 dan 4 ke desa wisata Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, untuk mengetahui proses produksi kerajinan rambut.

                “Program field trip ini kami gelar agar para siswa mengetahui pembelajaran yang sesungguhnya  di luar kelas,”  ujar Kepala SD Kristen Bina Harapan Purbalingga, Soetarno SE. (prs)

Tentang Penulis

Leave A Response