Film Banyumas “Balsem” Tayang Minggu malam di SCTV

Ditulis 06 Sep 2013 - 09:49 oleh Nanang BNC
BANYUMAS (BNC)- Film bernuansa Banyumasan berjudul Balsem yang digarap Rumah Produksi Citrasinema Jakarta dan sebuah rumah produksi di Purwokerto Cakra Buanaplus akan tayang pada Minggu (08/09) malam di tayangan Sinema Wajah Indonesia SCTV. Film berdurasi 70 menit yang mencoba mengkritisi kebijakan pemerintah tentang Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) mulai tayang pukul 22.30.
Film yang menampilkan aktor Didi Hasyim, Dery Drajat, Dedy Sutomo, Nanang Anna Noor, Adi Karsida, Nunik Asyari dan sejumlah pemain lokal Banyumas merupakan karya Film Banyumas “Balsem” Tayang Minggu malam di SCTVpenulis Najib Kertapati. Film ini berceritera sisi lain dibalik ramaianya pembagian BLSM tersebut.
Najib Kertapati yang sukses dengean Film Televisi (FTV) Undangan Kuning dan Bintang Film, nampaknya terkesan dengan atmosfir problematikan gaya hidup warga Banyumas.
Najib Kertatapi yang juga penulis FTV Undangan Kuning ini memotret sisi lain prifil kejujuran seorang tukang becak. Ditengah kesulitan ekonomi, tukang becak Joned yang diperankan Didi Hasyim masih sanggup menolak dana BLSM. Bahkan menolak pemberiaan seorang kaya raya yang telah dtolongnya.
Meskipun dicibir dan diprovokasi teman akrabnya Kidin (diperankan Nanang Anna Noor), namun Joned tetap bersikukuh menjadi seorang yang jujur. Film yang disutradarai Dedi Setyadi dan berakhir happy ending ini akhirnya mengangkat Joned menjadi ketua RT.
Direktur Rumah Produksi Cakra Buanaplus, Mamock Ngudi Utomo menjelaskan,dengan melibatkan sejumlah pemain lokasi, diharapkan bisa membangun sebuah kreativitas baru di dunia permfilaman di Banyumas. ” Kita tak hanya sampai disini, tetapi akan terus berpsoduksi dengan menggandeng teman teman di Jakarta,” ujar Mamock (evi)
Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. asep 28/09/2013 pukul 20:12 -

    aku suka film ini

  2. riri 11/09/2013 pukul 02:56 -

    gan film nya kok gk da di you tube???

Leave A Response