Bupati Dialog “kemiskinan” dengan para Kades

Ditulis 31 Jul 2009 - 11:01 oleh Banyumas1

Wacana untuk mengejar ketertinggalan bukanlah hal yang baru. Bupati Banjarnegara, Drs.Ir. Djasri, MM. MT terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan komitmen itu. Salah satu wujudnya adalah dengan membuka dialog bersama melalui Konferensi Tingkat Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara. Setelah Kecamatan Pejawaran,  Kecamatan Batur adalah target kedua yang kemarin diberi kesempatan menghadirkan seluruh kepala desa dan perangkatnya untuk berdialog langsung dengan bupati terkait upaya sumbang saran untuk meneruskan perjuangan mentas dari kategori kabupaten tertinggal.

Ditemui banyumasnews.com, Jumat (31/07) Camat Batur, Edi Puji Waluyo, S.Sos mengatakanbupati bna dialog, seluruh Kades dan perangkatnya telah bekerja maksimal untuk mengembangkan potensi lokal yang ada. “Beberapa yang menonjol dari Pejawaran adalah peternakan domba, budidaya kentang Agria yang telah dilirik importir Singapura dengan permintaan 400 ton per bulan, serta upaya untuk mengembangkan desa wisata dan gandum bir sebagai makanan pokok yang masih butuh peran serta pemerintah untuk turut menyukseskannya, ungkap Heri saat membuka acara tersebut.

Sementara, Kepala Desa Karangtengah, Masrulloh menambahkan bahwa untuk mendukung program desa wisata, pemerintah perlu memfasilitasi berdirinya kios-kios yang sampai saat ini belum ada di sekitar lokasi. “Masyarakat akan merasa terbantu secara pendapatan jika ada kios-kios yang bisa disewa untuk berjualan”, jelasnya.

Lain halnya dengan Subroto, Kepala Desa Sumberejo yang menginginkan adanya trayek Batur-Banjar yang akan memperlancar distribusi hasil pertanian untuk dipasarkan ke Banjarnegara. “Selama ini para petani lebih mudah memasarkan hasil bumi mereka ke Wonosobo karena angkutan yang tersedia jauh lebih memadai ketimbang ke Banjarnegara yang cuma ada 3 unit Micro bus”, tuturnya.

Menanggapi ide-ide yang muncul dari para kades, Bupati berjanji akan menindaklanjuti secara konkrit. Untuk kios-kios yang dibutuhkan diminta agar Kades mendaftar jumlah yang dibutuhkan dan siapa pemilik tanah yang bisa disewa untuk berdirinya kios-kios tersebut. Sedangkan masalah trayek diminta untuk menghadap langsung dengan Bupati untuk dipertemukan dengan DLLAJ soal perijinannya. “Bagi ide-ide yang belum terakomodir bisa dilayangkan lewat surat atau proposal untuk diambil langkah nyata selanjutnya”, pungkasnya.(banyumasnews.com/yov)

 

Tentang Penulis

Leave A Response