Waspada, Peredaran Narkoba di Purbalingga

Ditulis 18 Jun 2013 - 14:19 oleh Nanang BNC

PURBALINGGA (BNC) – Meski bukan tujuan wisata atau daerah transit, Purbalingga bukan berarti aman dari narkoba. Sepanjang tahun 2012, Polres Purbalingga mencatat sebanyak 13 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 18 orang. Hingga pertengahan tahun 2013 ini, telah terjadi 6 kasus dengan 8 tersangka.

“Makanya jangan terlena, Purbalingga kelihatan tenang, damai. Jangan sampai tahu-tahu ada satu rumah dipakai sebagai pabrik narkoba,” ujar Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) AKBP I Ketut Suwastra Adnyana melalui Kepala Bagian Sumber Daya Polres Purbalingga Jemino dalam Rapat Persiapan Peringatan Hari Anti Narkoba internasional (HANI) di Aula Praja Wibawa Satpol PP Purbalingga, Senin (17/6).

Jemino menyampaikan peredaran narkoba di Purbalingga sebagian besar hasil limpahan dari daerah lain, seperti Purwokerto terutama Baturaden, atau kurir yang akan membawa narkoba ke Semarang atau Jakarta. Ada tiga jenis narkoba yang kerap ditemukan, yaitu ganja, shabu-shabu dan extacy.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga Edi Suyanto mengatakan pihaknya maupun Polres Purbalingga telah melakukan berbagai upaya preventif melalui kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah maupun kecamatan-kecamatan. Tapi yang paling berat ketika melakukan upaya rehabilitasi karena jumlah pecandu narkoba jauh berlipat-lipat banyaknya dibandingkan panti-panti rehabilitasi yang tersedia.

“Di Jawa Tengah, ada sekitar 1,9 persen penduduk atau 450 ribu orang mengkonsumsi narkoba. Padahal, jumlah panti dari tahun ke tahun ya sama, hanya sekitar 200-an. Satu panti harus menangani 1000 pecandu setahun saja sudah pasti pontang-panting. Lha sisanya trus bagaimana?” ujarnya.

Edi mengatakan selama ini penanganan narkoba di Indonesia telah menguras triliunan anggaran negara. Tahun lalu sudah lebih dari Rp 1 triliun untuk penanganan narkoba. Karena banyak alokasi penting lain yang harus diprioritaskan, anggaran penanganan narkoba tahun ini menurun hingga hanya mencapai Rp 700-an miliar.

“Makanya, jauh lebih murah melakukan upaya preventif. Kita lindungi masyarakat khususnya generasi muda dari bahaya narkoba. Upaya sosialisasi ini yang memang harus lebih gencar. Masyarakat juga harus membantu, para orang tua harus mengawasi dan mencurahkan kasih sayang pada anaknya,” imbuhnya.

Sebagai sosialisasi, Edi mengatakan, Peringatan HANI tahun ini akan diisi dengan berbagai kegiatan sosialisasi melalui jalan sehat, festival band pelajar dan pertunjukkan wayang kulit. Jalan sehat akan dilaksanakan hari Minggu (23/6) di Bobotsari, start dari depan Kantor Kecamatan Bobotsari. Rencananya jalan sehat ini akan diikuti sekitar 5000 peserta. “Siangnya di lokasi yang sama dilanjutkan Festival Band Pelajar dengan peserta band-band pelajar se-Kabupaten Purbalingga,” ungkapnya.

Esoknya, Senin (24/6) akan dilaksanakan Upacara Bendera di Halaman Pendapa Dipokusumo Purbalingga dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dengan 8 instansi. Rangkaian Peringatan HANI akan ditutup dengan Pertunjukkan Wayang Kulit di Kemangkon, Rabu (26/6). (cie)

Tentang Penulis

Leave A Response