SMPN 1 Purwokerto Bertekad Lanjutkan Tradisi Juara

Ditulis 13 Jun 2013 - 22:15 oleh Nanang BNC

MENGUKIR prestasi bukan pekerjaan yang mudah. Mempertahankan prestasi yang telah diraih juga tidak kalah sulitnya. Tetapi, tentu akan jauh lebih sulit menoreh kembali prestasi yang pernah diraih setelah sekian lama terpuruk. Itulah yang saat ini dirasakan oleh SMPN 1 Purwokerto.

SMP yang pernah berjaya menjadi sekolah favorit di Kabupaten Banyumas dengan prestasi akademik tertinggi tersebut harus menelan pil pahit, beberapa tahun terpuruk dan harus mengakui kehebatan sekolah-sekolah lain yang sebelumnya prestasi akademiknya berada di bawahnya. Namun kondisi ini nampaknya akan segera berubah, dan sekolah ini akan kembali menunjukkan pamornya, serta melanjutkan tradisi juara yang pernah disandangnya.

Titik balik itu mulai terlihat dengan diraihnya prestasi akademik berupa angka kelulusan 100 persen dan peringkat nilai UN tertinggi ke-2 untuk kategori SMP negeri se-Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2012/2013, dengan nilai UN tertinggi 38,45. Prestasi ini terbilang luar biasa mengingat tahun sebelumnya SMPN 1 Purwokerto berada pada posisi ke-6.

 

Dengan capaian tersebut, saat ini 4 SMP negeri dengan nilai UN tertinggi di Kabupaten Banyumas berturut-turut adalah SMPN 2 Purwokerto, SMPN 1 Purwokerto, SMPN 8 Purwokerto dan SMPN 1 Ajibarang. Sedangkan untuk kategori negeri dan swasta, SMP yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto ini berada pada posisi ke-3, setelah SMP Al-Irsyad Purwokerto.

Kepala Sekolah Bertangan Dingin

Keberhasilan yang diraih oleh sekolah yang berlokasi di pusat kota, tidak jauh dari Alun-alun Purwokerto tersebut tidak terlepas dari komitmen bersama antara guru, siswa, orang tua/wali siswa, jajaran komite sekolah, dan tentu saja juga peran kepala sekolah sebagai pengawalnya.

Tangan dingin Bangun Sukono Ferdinand MPd sang kepala sekolah, dengan komitmennya yang besar terhadap kemajuan dan peningkatan prestasi siswa, dengan berbagai ide dan kreativitasnya telah membawa kembali SMPN 1 Purwokerto menjadi seperti sekarang, meski belum genap 4 bulan dirinya menjabat sebagai kepala sekolah, terhitung sejak bulan Februari 2013 lalu.

Dibawah kepemimpinan Sukono, SMPN 1 Purwokerto kembali berbenah. Melihat kondisi yang ada, Sukono bergerak cepat. Berbagai program dilaksanakan untuk memajukan sekolah, khususnya dalam hal kegiatan belajar mengajar (KBM). Meski tindakan cepatnya kerap menuai protes dan kritik dari para guru yang terbiasa bekerja dengan ritme yang santai dan apa adanya, Sukono terus melangkah dengan konsisten untuk satu tujuan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengembalikan kejayaan SMPN 1 Purwokerto.

Terapkan 5 Program Unggulan Pacu Sukses UN

Terkait keberhasilan yang diraih dalam penyelenggaraan UN tahun pelajaran 2012/2013 Sukono menuturkan, pihak sekolah telah menerapkan setidaknya 5 program untuk mengoptimalkan potensi siswa dalam pelaksanaan Ujian Nasional, disertai dengan target-target terukur yang telah ditetapkan. Kelima program tersebut adalah Super Intensive, Team Teaching, Galang Prestasi Ujian Nasional, Parenting, dan Refreshing.

 

Sukono menjelaskan, persiapan UN diawali dengan try out UN bagi siswa kelas 9 sebanyak 3 kali. Dari hasil try out kemudian disusun peringkat siswa berdasarkan nilai yang diperoleh. Dari nilai tertinggi hingga terendah dibuat 7 kelompok dengan anggota maksimal 30 siswa. Kepada siswa tersebut diterapkan satu atau beberapa dari 5 program pembinaan yang disiapkan, sesuai dengan karakteristik masing-masing kelompok.

Untuk kelompok teratas diberlakukan program Super Intensive, dengan target sebagai “goal getter” yang diharapkan mampu meraih nilai sempurna. Program ini cukup berhasil, terbukti 19 siswa meraih nilai UN sempurna (10) pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, dan beberapa siswa meraih nilai 9 lebih untuk mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia.

Program Team Teaching diterapkan untuk siswa yang berada pada 2 kelompok terbawah. Tujuannya agar siswa dapat lulus dengan nilai mantap. Dalam pelaksanaannya, pembinaan dilakukan dengan menugaskan miminal 2 guru pembimbing dalam setiap kelas untuk memacu dan memaksimalkan potensi siswa.

Program Galang Prestasi Ujian Nasional dilaksanakan selama 2 hari. Sasarannya siswa dari semua kelompok. Sebelum hari pelaksanaan, tiap guru pengampu diminta membuat model soal berdasarkan kisi-kisi UN yang telah dimiliki. Soal-soal tersebut kemudian dibagi kedalam 8 stand di 2 ruangan. Dengan batas waktu yang ditentukan, secara berkelompok siswa mendatangi stand-stand yang diinginkan, memilih paket soal mapel yang disenangi, kemudian mulai mengerjakannya.

 

Selesai dikerjakan, soal langsung dikoreksi dan diumumkan hasilnya. Kepada siswa diberikan penghargaan berupa medali emas, perak dan perunggu berdasarkan jumlah jawaban benar, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Siswa berloma-lomba meraih medali sebanyak-banyaknya, kemudian medali-medali tersebut wajib disematkan di pakaian masing-masing. Para peraih nilai tertinggi disamping memperoleh medali juga mendapatkan hadiah dari sekolah, yang diserahkan di hadapan siswa kelas 7 dan 8 agar memotivasi mereka di kelas 9 nanti.

 

Kegiatan tersebut disamping memotivasi siswa untuk berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya, juga memberi kesempatan kepada mereka untuk berlatih sebanyak-banyaknya melalui berbagai macam variasi soal yang telah dipersiapkan oleh guru-guru mereka. Ternyata hasil nilai UN juga tidak jauh berbeda dengan hasil pemetaan yang didapat melalui kegiatan ini.

Satu kegiatan yang mungkin masih jarang dilakukan secara resmi oleh sekolah-sekolah lain, adalah Refreshing. Kegiatan ini dilakukan dengan mengajak siswa mengunjungi tempat-tempat wisata, atau tempat-tempat rekreasi lainnya. Di lokasi tersebut siswa dipersilahkan bersenang-senang dan dibebaskan sejenak dari memikirkan segala hal terkait UN. Hal ini berfungsi untuk mengendorkan syaraf-syaraf otak dan menghadirkan suasana fresh agar di hari berikutnya siswa siap menghadapi ujian dalam kondisi yang prima.

Program terakhir, Parenting sebenarnya bukan program yang khusus diterapkan bagi siswa yang akan menghadapi UN saja, melainkan program rutin yang diberlakukan bagi seluruh siswa. Mekanismenya, masing-masing siswa memilih guru yang mereka kehendaki sebagai ‘orang tua’ di sekolah, dimana mereka bisa menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi terkait kesulitan belajar, permasalahan keluarga dan lain-lainnya, sehingga dapat dicarikan solusi yang terbaik agar kegiatan belajar di sekolah tidak lagi terganggu.

Optimisme

SMPN 1 Purwokerto sebenarnya bukan lingkungan baru bagi Bangun Sukono. Pendidik dengan spesifikasi mata pelajaran IPS tersebut terakhir tahun 2003, tercatat sebagai kepala di sekolah tersebut. Setelah 10 tahun bertugas di berbagai SMP negeri di Kabupaten Banyumas dan 3 tahun terakhir menjadi Kepala SMPN 1 Ajibarang, Sukono dipercaya oleh Drs Mardjoko MM (Bupati Banyumas saat itu) untuk kembali memimpin SMPN 1 Purwokerto.

Program-program yang digagas oleh Bangun selaku kepala sekolah baru tersebut awalnya banyak menuai protes dan tanggapan negatif dari para guru. Namun seiring berjalannya waktu, terlebih setelah hasil UN terbukti memuaskan, para guru mulai menyadari dan dapat beradaptasi dengan ritme dan pola kerja yang diterapkan Bangun. Saat ini, secara umum seluruh guru di SMPN 1 Purwokerto telah dapat menyesuaikan diri dengan sistem ini.

 

Atas keberhasilan ini Bangun bertekad, kedepan program-program tersebut akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Tetapi Bangun menyadari, untuk bisa berhasil diperlukan komunikasi yang baik dan komitmen tinggi antar seluruh elemen, baik kepala sekolah, guru, siswa, orang tua/wali siswa, dan jajaran komite sekolah. Dengan kerjasama yang baik, Bangun yakin tahun depan pun SMPN 1 Purwokerto mampu mewujudkan target kembali menjadi yang terbaik seperti sebelumnya.

 

Meskipun Bangun tidak menjamin bahwa dirinya akan bisa terus mengawal proses ini kedepan, tetapi dirinya yakin, jika sistem yang telah dibangun dilaksanakan dengan baik maka siapapun yang memimpin, SMPN 1 Purwokerto akan tetap jaya dan tetap eksis di era sekarang dan era-era selanjutnya, sesuai dengan Visi yang dicanangkan, “Terwujudnya Warga SMPN1 Purwokerto menjadi Insan yang Bertakwa, Berprestasi dan Bersikap Ksatria dalam Menghadapi Tantangan Global.”

“Semua ini harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan keuletan” katanya. “Dalam membimbing siswa jangan pernah kita menganggap mereka bodoh. Tidak ada siswa yang bodoh, selama kita tahu bagaimana cara membinanya. Bekerjalah dengan falsafah ‘Ngasah Peso (Mengasah Pisau)’, setumpul apapun pisau kalau terus kita asah dengan sabar dan konsisten, pasti lama-kelamaan akan tajam” pungkasnya.(sbr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Tabitta SA 05/02/2014 pukul 20:04 -

    hidup smp n 2 purwokerto! smp n 2 purwokerto akan terus berjaya dan pertahankan gelar renk 1 kab. banyumas!!! spendha pwt ganbatte!

  2. Kuntoro Soembono 13/01/2014 pukul 23:08 -

    Selamat untuk Bpk.Bangun Sukono Ferdinant MPd beserta Guru-guru dan tenaga adminstrasi serta siswa-siswa SMP N 1 Purwokerto atas prestasi akademik yang diraih di tahun pelajaran 2012/2013 sehingga mampu meningkat rankingnya sebagai sekolah dengan perolehan nilai UN tertinggi ke-2 (negeri) atau ke-3 (negeri/swasta) se Kabupaten Banyumas.Semoga tahun ke depannya akan jadi yang terbaik,mengulang kejayaan dan kebanggaan seperti beberapa tahun sebelumnya. (Saya alumnus SMP N 1 tahun pelajaran 1981/1982).

  3. PUAD HASAN (@puadhasan) 24/12/2013 pukul 06:36 -

    spensa, maju#

  4. Wisnu F 26/10/2013 pukul 17:47 -

    Saya sebagai alumni SMP Negeri 1 Purwokerto turut mendukung strategi dari Bapak Bangun agar spensa dapat bangkit kembali seperti dahulu. Semoga “Bhirawa Anoraga” dapat terbang di jagat raya Nasional maupun Internasional agar SMP Negeri 1 Purwokerto dapat dikenal akan prestasinya. Semangat adik-adikku !! Maju terus pantang menyerah !!

  5. eman 20/06/2013 pukul 09:57 -

    …maju terus pak bangun agar smpn 1 purwokerto kembali berjaya….banyumas kota satria jaya emas smp1 punya…bravo smpn 1

Leave A Response