Banjarnegara Tingkatkan Potensi Invetasi Sektor Pertambangan

Ditulis 13 Jun 2013 - 00:15 oleh Nanang BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
219
Dalam Tag

DALAM rangka meningkatkan kegiatan investasi di Kabupaten Banjarnegara salah satu potensi yang akan dikembangkan  adalah sektor pertambangan dan galian C  yang lokasinya menyebar di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Melihat potensi yang ada, pertambangan yang sudah tergali/dieksploitasi pada saat ini khususnya di Banjarnegara adalah Feldspar, batu lempeng, andesit, granit, talk, dan masih banyak beberapa bahan galian yang belum tergali/dieksploitasi. Mineral/bahan galian yang sudah digali/dieksploitasi sebagian besar belum/tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu, bahan tambang yang dijual masih dalam bentuk row material/bahan baku. Oleh sebab itu investasi pendirian pabrik pengolahan hasil tambang masih terbuka lebar di Banjarnegara.

Potensi mineral logam belum tergali, untuk izin usaha pertambangan mineral logam harus melalui prosedur lelang, sudah ada peraturan dan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut. Banjarnegara sudah memiliki PERDA yang mengatur usaha sektor pertambangan umum, yaitu PERDA Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pertambangan Mineral di Kabupaten Banjarnegara, dimana PERDA tersebut sudah mengacu kepada Peraturan dan perundangan dari pemerintah pusat yang mengatur sektor pertambangan umum.

Sudah ada beberapa investor lokal yang masuk dan berinvestasi di Banjarnegara, diantaranya PT. Banjar Mineral Resources, PT. Astri Tata Resources, PT. Tata Mining Resources, yaitu melakukan penyelidikan bahan tambang untuk mengetahui depositnya sampai dengan studi kelayakan dan eksploitasi. Hal ini bisa memberikan motivasi kepada investor lain untuk berinvestasi di Banjarnegara.

Jenis pertambangan yang ada di Kabupaten Banjarnegara adalah :

  1. Marmer
  2. Feldspar
  3. Trass
  4. Batu Lempeng
  5. Batu Granit

M A R M E R

Marmer merupakan bahan galian dari batu gamping/ kapur (CoCo3) yang mengalami proses ubah (metamort) karena tahunan dan temperatur yang sangat tinggi. Marmer mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi dan proses pengolahannya sangat sederhana, mutu cukup baik dengan jumlah Deposit 18.676.000 M3 dan Berat Terkanya 48.557.600 Ton, yang tersebar di 3 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Banjarnegara  16.874.000 M3/43.872.400 ton
2. Kecamatan Bawang                 324.000 M3/      842.000 ton
3. Kecamatan Purwanegara    1.478.000 M3/   3.842.800 ton

Di Kabupaten Banjarnegara terdapat beberapa jenis/warna batu marmer  yang  tidak dimiliki daerah  lain seperti marmer berwarna merah, hijau, abu-abu ,dan hitam. Marmer yang umum serta persediaannya cukup besar  adalah  marmer warna  putih.

Status kepemilikan lahan tambang marmer di Kabupaten Banjarnergara adalah  milik  perorangan.

Kerjasama yang diharapkan Pemerintah Kabupaten: adalah Pembuatan pabrik  pengolahan  batu marmer.

 

FELDSPAR

Feldspar suatu kelompok mineral batuan beku terutama terdiri senyawa alumina silikat yang mengandung satu atau lebih unsur basa seperti Kalium, Natrium, Kalsium, Barium yang salah satu kation basa tersebut merupakan kation utama. Mutu feldspar di Kabupaten Banjarnegara mempunyai kandungan albit, kuarsa, mikroklin dan sanadin, baik digunakan untuk pembuatan keramik dan mika namun kurang baik untuk pembuatan kaca.

Tambang Feldspar ini tersebardi beberapa lokasi antara lain :

  • Kecamatan Bawang           12.021.923 M3 / 31.257.000 ton
  • Kecamatan Purwanegara  34.421.923 M3 / 89.497.000 ton
  • Kecamatan Banjarnegara    7.200.000 M3 / 18.720.000 ton

Terkaan diatas adalah 20 – 30 % dari jumlah keseluruhan.

Perkiraan luas lahan : 19 ha. Perkiraan volume  51.643.846 m3 (status milik Perusda  Kabupaten Banjarnegara) selebihnya dikelola oleh perorangan.

Potensi  cadangan feldspar Banjarnegara, berdasarkan data kajian dari JICA dan Balai Besar Keramik  baru bisa memenuhi kebutuhan untuk pasokan feldspar sekitar 14 % dari kebutuhan, hal ini menunjukkan ketergantungan industri keramik Indonesia kepada feldspar asal impor. Feldspar digunakan untuk industri gelas, keramik dan semen.

Kerjasama yang diharapkan Pemerintah Kabupaten adalah pendirian pabrik keramik.

T R A S S.

Trass merupakan endapan sekunder dari pelapukan andesit tua, bahan tambang ini dapat digunakan untuk mencampuri /melengkapi bahan baku tambang lain untuk industri strategis misalnya pembuatan semen.  Jumlah cadangan Trass di Kabupaten Banjarnegara cukup besar dengan  perkiraan volume 14,09 juta M3, sebarannnya berada di 6 Kecamatan, yaitu :

  1. Kecamatan Karangkobar  1.120.000 M3 /    2.941.581,33 ton
  2. Kecamatan Sigaluh            4.250.000 M3 /  11.162.250,56 ton
  3. Kecamatan Wanayasa      1.827.500 M3 /     4.799.767,74 ton
  4. Kecamatan Punggelan     5.212.000 M3 /   13.688.858,81 ton
  5. Kecamatan Pagentan           145.000 M3 /        380,829,73 ton
  6. Kecamatan Pejawaran      1.320.000 M3 /    3.466.863,70 ton.

Trass  yang berlokasi di daerah ini ditambang  oleh perorangan dan ditampung oleh suatu perusahaan yang berlokasi diluar daerah/Kabupaten dan sudah berjalan selama lebih dari  4 tahun. Trass digunakan sebagai bahan batako, industri bahan bangunan.

Dari hasil peninjauan lapangan bisa dilihat bahwa pengusaha kurang memperhatikan keselamatan tenaga penambang karena bekerja tanpa alat pengaman.

Beberapa hal yang diperlukan untuk melakukan penambangan adalah :

  • Pembukaan lahan tambang / pembebasan lahan.
  • Pengadaan alat pengeruk
  • Perizinan
  • AMDAL
  • Transportasi : Truk-truk pengangkut
  • Peningkatan kualitas jalan
  • Rekruitmen tenaga kerja
  • Kebijakan Pemerintah berupa : Kemudahan Birokrasi dan Perda Tata Ruang

Kerjasama yang diharapkan berupa pendirian pabrik pengolahan trass (semen).

BATU LEMPENG.

Batu lempeng merupakan bahan galian  yang mempunyai nilai ekomonis tinggi  dan cara pengolahannya  sederhana, mutunya baik, jumlah cadangan cukup besar, dan sangat potensial untuk dikembangkan.

Batu lempeng ini dapat digunakan untuk ornament dinding dan trotoar, yang selama ini pemasarannya ke daerah Jawa Barat dan belum dikelola secara baik.

Tambang batu lempeng berada di 5 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Pagentan 17.345.000 M3

2. Kecamatan Batur 2.347.698 M3

3. Kecamatan Pejawaran 19.354.600 M3

4. Kecamatan Karangkobar 10.987.375 M3

5. Kecamatan Wanayasa 11.987.659 M3

Kerjasama yang diharapkan Pemerintah Kabupaten: berupa pendirian pabrik pengolah batu lempeng.

BATU GRANIT.

Batu granit adalah bahan galian yang proses pengolahannya memerlukan tehnologi dan penelitian yang berlanjut agar hasil yang diperoleh mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi, karena batu granit ini banyak digunakan untuk lantai dan dinding gedung-gedung mewah. Banjarnegara memiliki Deposit  batu granit sebesar 287.148.000 M3 dan Berat Terka sebesar 1.303.865.951 Ton, yang tersebar di 5 Kecamatan :

1, Kecamatan Bawang                 2.735.500 M3 /      7.112.300 ton

2. Kecamatan Banjarmangu       3.525.000 M3 /      9.165.000 ton

3. Kecamatan Karangkobar      25.002.500 M3 /    65.006.500 ton

4. Kecamatan Pagentan            13.142.500 M3 /    34.170.500 ton

5. Kecamatan Wanayasa          23.267.500 M3 /    60.495.500 ton

Potensi tambang batu granit yang dikelola oleh Perusda Kabupaten Banjarnegara seluas 1.250 m2.

Upaya exploitasi batu granit dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti peningkatan kualitas jalan utama kabupaten agar dapat dilalui alat angkut berat.

Analisa kebutuhan sarana prasarana untuk melakukan exploitasi batu granit sbb. :

A.   Pembukaan lahan tambang dengan  :

1. Jalan rolak 1 Km dari lokasi tambang

2. Pembebasan lahan tambang

3. Alat pengeruk

  1. Perizinan
  2. Rekruitmen tenaga kerja

B. Transportasi : sarana prasarana jalan memenuhi syarat untuk truk-truk pengangkut

C. Kebijakan Pemerintah : Kemudahan Birokrasi dan Perda Tata Ruang

D. Depo Penampungan yang dibutuhkan : Tenaga Keja, Pembebasan lahan, Perizinan dan sarpras internal di lokasi.

ASBES

Asbes digunakan untuk industri, pelapis dinding, kebanyakan digunakan sebagai bubur.

Tersebar di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Bawang dengan jumlah deposit sebesar 1.575.000 M3 dengan Berat Terka sebesar 35.781.586 Ton, dan Kecamatan Purwanegara dengan jumlah deposit sebesar 1.010.250 M3 dengan Berat Terka sebesar 22.951.332 Ton.

PASIR KUASA

Terdapat di Kecamatan Banjarnegara dengan jumlah deposit sebesar 254.000 M3 dan Berat Terka 673.100 Ton

LEMPUNG

Digunakan sebagai bahan baku pembuatan genteng, batu bata dan industri keramik.

Tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara yaitu sebagai berikut :

1. Kecamatan Mandiraja                     3.136.075 M3 /      46.371.954,47 Ton

2. Kecamatan Banjarnegara                  274.375 M3 /        4.057.077,56 Ton

3. Kecamatan Banjarmangu          187.425.000 M3 / 2.771.381.366,41 Ton

4. Kecamatan Punggelan                       900.000 M3 /       13.307.953,74 Ton

5. Kecamatan Wanayasa                        957.500 M3 /       14.158.184      Ton

6. Kecamatan Karangkobar                    951.500 M3 /       14.069.464,43 Ton

7. Kecamatan Kalibening                        242.750 M3 /         3.589.450,86 Ton

8. Kecamatan Pagentan                          906.200 M3 /       13.399.630,75 Ton

9. Kecamatan Pejawaran                        318.720 M3/          4.712.790,02 Ton

OKER

Terdapat di Kecamatan Purwanegara dengan deposit 1.250.000 M3 dengan Berat Terka 554.038.331 Ton. Digunakan dalam industri cat, karet, plastik.

BATU TULIS / SLATE

Dengan jumlah deposit 147.000 M3 dan Berat Terka 376.320 ton, terdapat di Kecamatan Purwanegara dan digunakan sebagai bahan bangunan.

ZEOLITE

Digunakan sebagai industri pengolahan limbah, terdapat di Kecamatan Mandiraja dengan jumlah deposit sebesar 1.102.500 M3 dan Berat Terka 2.866.500 ton.

ANDESIT

Digunakan sebagai bahan bangunan dan ornamen dinding, dengan jumlah total deposit 42.760.206 M3 dan Berat Terka 111.176.535 ton. Tersebar di 5 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Sigaluh                          6.874.366 M3 /  17.873.351,60 ton

2. Kecamatan Banjarnegara               3.523.000 M3 /    9.159.800       ton

3. Kecamatan Kalibening                  32.143.500 M3 /  83.573.100      ton

4. Kecamatan Karangkobar                    195.015 M3 /       507.039      ton

5. Kecamatan Pagentan                             24.325 M3 /         63.245     ton

PASIR DAN BATU (SIRTU)

Digunakan sebagai bahan bangunan dengan jumlah total deposit sebesar 5.012.400 M3 dan Berat Terka 13.032.240 ton, tersebar di 7 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Banjarnegara          835.000 M3 / 2.171.000 ton

2. Kecamatan Purwanegara           201.500 M3 /    523.900 ton

3. Kecamatan Sigaluh                      404.200 M3 / 1.050.920 ton

4. Kecamatan Wanayasa             1.527.500 M3 / 3.971.500 ton

5. Kecamatan Kalibening             1.949.500 M3 / 5.068.700 ton

6. Kecamatan Pejawaran                   85.000 M3 /    221.000 ton

7. Kecamatan Batur                                9.700 M3 /     25.220 ton

BREKSI

Digunakan dalam industri bahan bangunan, terdapat di 3 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Banjarmangu 235.488 M3

2. Kecamatan Pejawaran        43.978 M3

3. Kecamatan Punggelan        34.594 M3 (anh/pem)

 

Tentang Penulis

Leave A Response