Pelajar Purwokerto Tuntut Mendiknas Mundur

Ditulis 02 Mei 2013 - 12:54 oleh Nanang BNC
PURWOKERTO (BNC)- Ketidak becusan dalam pelaksanasan Ujian Nasional (UN) tidak hanya membuat banyak kalangan meminta Mendiknas mundur. Di Banyumas, puluhan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Banyumas juga menyatakan hal yang sama. 

” Kericuhan pelaksanaan UN mencerminkan ketidakbecusan pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan nasional dalam menjalankan tugas untuk kepentingan rakyat. Karena itu presiden perlu mengapresiasi banyak pihak yang meminta menteri terkait untuk mundur,” ujar orator aski unjuk rasa dari IMP yang berlangsung di halaman kantor bupati Banyumas, Kamis (02/05). 

Aksi ini diawali dengan “longmarch” dari depan Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Purwokerto di Jalan dr Angka, Purwokerto, menuju Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas,Mereka juga mebawa sejumlah poster yang mengecam lewat berbagai poster di antaranya bertuliskan “Hapus Ujian Nasional dan Turunkan M Nuh”, “Stop!! Pemberhalaan UN”, dan “Jangan Cekik Kami dengan UN”.

Aggota Bidang Advokasi Pengurus Wilayah IPM Jawa Tengah, Deni Firman Suprayoga dalam orasinya menyatakan bahwa UN yang dilaksanakan sejak tahun 1990-an banyak terjadi keburukan, salah satunya kebocoran soal yang dilakukan oleh guru agar siswa lulus.Menurutnya,tahun 2013 merupakan pelaksanaan UN yang paling buruk, dimana BPK mengatakan khusus kisruh UN tahun 2013 ini menggunakan dana Rp644.246.827.000, dan percetakan PT Graha Indonesia Printing bertanggung jawab atas proyek sebesar Rp22,4 miliar ini (din).
Tentang Penulis

Leave A Response