Calon Bupati Independen Cukup Didukung 3680 Warga

Ditulis 30 Jul 2009 - 22:59 oleh Banyumas1

Pengajuan kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2010 mendatang tak hanya dapat dilakukan partai politik atau gabungan partai politik. Pasangan calon juga dapat diusung melalui jalur independen. Prasyarat calon perseorangan untuk maju melalui jalur independent ini cukup membutuhkan dukungan dari 3680 orang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Purbalingga Hery Sulistiyono ST, Kamis (30/7). Syarat dukungan itu disebutkan dengan jelas pada Undang Undang nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan atas undang-undang nomor 32 tahun 2004.

”Kabupaten Purbalingga memiliki penduduk sekitar 900 ribu jiwa lebih atau termasuk dalam kategori kabupaten yang memiliki jumlah penduduk 500 ribu hingga 1 juta jiwa. Mengacu pada undang-undang itu, calon perseorangan harus didukung sekurang-kirangnya 4 persen dari jumlah penduduk. Dengan demikian, jumlah dukungannya sekurang-kurangnya 3680 jiwa,” tutur Hery.

Hery menambahkan, dukungan tersebut harus dibuktikan dengan foto kopi kartu tanda penduduk atau surat tanda penduduk. Dukungan itu juga harus tersebar di 50 persen dari jumlah kecamatan yang ada. Jika Purbalingga memiliki 18 kecamatan, maka calon perseorangan itu harus mendapatkan dukungan dari masyarakat minimal di sembilan kecamatan. ”Terbukanya calon perseorangan ini nampaknya akan mempersempit kemungkinan adanya calon tunggal,” tambahnya.

Hery menjelaskan, melihat perolehan kursi legeslatif yang ada di Purbalingga, hanya ada dua partai saja yang dapat mengajukan pasangan calon secara mandiri (tanpa berkoalisi). Pasalnya, partai yang dapat mengajukan calon tersebut harus mendapatkan minimal 25 persen kursi di DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara yang sah.

”PDI Perjuangan dan Demokrat saja yang dapat mengajukan pasangan calon tanpa koalisi. Partai yang lain harus berkoalisi untuk mengajukan calon karena harus memiliki minimal 7 kursi di DPRD,” tandasnya (banyumasnews.com/pbg)

Tentang Penulis

Leave A Response