Puisi Buruh: Di tengah Demo Cerminku Rusak

Ditulis 01 Mei 2013 - 19:32 oleh Nanang BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
199
Dalam Tag

Ironi seorang wartawan yang selalu memperjuangkan dan membela buruh dalam setiap liputannya. Dia terpaku, saat melihat dalam kaca, bahwa dirinya sendiri tak pernah ada yang memperjuangakan maupun membelanya. Pekerjaan wartawan di Indonesia hanya sebuah prestise, namun nasib mengiris tragis.

NANANG ANNA NOOR

Ditengah Demo Cerminku Rusak
(argumentasi anakku)

kubawa lari cermin putih
ditengah hiruk suara orator
buruh berdemo tak bisa dilelahkan
buruh berdemo tak bisa dilepuhkan

di tkp demo buruh pabrik sepatu
buruh menuntut thr jangan dibawah buku

di tkp demo buruh sandal
buruh menuntut thr jangan disumpal

di tkp demo pemulung
aku berlarian menenteng cermin putih
kuambil gambar orator menjerit
“pemulung tak punya majikan
kepada siapa menuntut thr?

di tkp demo pemulung
kameraku menggambar wajah sendiri
disela sela sampah pecahan besi
aku mandi keringat sendiri
basah membanjir
darah mengalir
perjuangkan buruh
agar menggapai thr

anakku bangga membusungkan dada
(bapakku seorang wartawan,gumamnya)

anakku tersenyum argumentatip:
( sambil mengacungkan jempol ke arahku)
:
bapak, darahmu suci memperjuangkan
kaum margin
bapak, keringatmu harum memperjuangan
buruh miskin
bapak, namamu pahlawan memeprjuangkan
buruh terpuruk
bapak, kameramu sejarah bagi para buruh

anakku tersenyum
(tubuhnya menggelayut, berbisik lirih ditelingaku)
lalu siapa yang memprjuangkan bapak?

anakku tersenyum,bibirnya dilipat
(mendadak tanggnya disodorkan)
bapak pejuang buruh,
bapak thr nya mana?

:aku terbangun,
ditanganku sendiri
cerminku rusak

nanang anna noor

Purwokerto 2006

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Wanto Tirta 04/12/2013 pukul 14:17 -

    hebat, Bung… selamat berkarya dan selamat berjuang

Leave A Response