Banyak Data Sensus Meragukan

Ditulis 24 Apr 2013 - 16:26 oleh Nanang BNC

PURBALINGGA (BNC)- Para petugas Sensus Pertanian yang akan melakukan tugas pencacahan  mulai 1 – 31 Mei 2013, diminta benar-benar melakukan pendataan dengan turun ke lapangan mendata langsung kepada masyarakat  pelaku usaha pertanian. Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan  Kodadiyanto SH MM saat membuka Sosialisasi Sensus Pertanian di Operation Room Graha Adiguna, Rabu (24/4).

                “Selama ini ada yang meragukan dari hasil sensus. Karena ternyata berbeda dengan data di lapangan. Seperti data untuk Jamkesmas, Raskin dan lainnya. Karenanya, saya minta petugas bekerja dengan benar,” harapnya.

                Kepada petugas sensus, juga diminta menggunakan metode sensus yang mudah dimengerti oleh masyarakat sehingga dapat diperoleh data yang lengkap. Kalau metodenya sudah baku dari pusat, lanjut Kodadiyanto, petugas harus bisa menjelaskan maksudnya dengan gamblang kepada masyarakat.

Selain itu, kepada para responden juga diingatkan untuk memberikan data yang sebenarnya . “Kunci keberhasilan sebuah sensus, adalah kejujuran dari semua responden. Kalau datanya tidak jujur, berarti rumusan keijakan yang dibuat tidak akan sesuai dengan kondisi yang ada. Itu akan merugikan petani sendiri,” tambahnya.

                Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga Drs Suryo Koco, menjamin para petugas yang berjumlah 968 orang telah siap melaksanakan pendataan dengan benar. Menurut Dia, BPS Purbalingga telah melaksanakan persiapan pelaksanaan Sensus Pertanian sejak awal April ini. Diantaranya dengan melakukan pelatihan dan pembekalan bagi petugas sensus pada 1 – 21 April 2013. Pelatihan dibagi 7 gelombang, masing-masing selama 3 hari.

                “Mereka telah menandatangani pakta integritas untuk melaksanakan pendataan sesuai prosedur,” jelasnya.

                Selain itu, selama pelaksanaan pendataan juga dilakukan Monitoring Kualitas (MK) secara berjenjang.  Baik oleh BPS kabupaten, Provinsi bahkan oleh BPS RI. “Harapannya, kita dapat meminimalisir kesalahan pendataan,” jelasnya.

                Selama pendataan, responden akan didatangi petugas sebanyak dua kali. Kedatangan pertama berupa pemutahiran daftar atau list sementara dari hasil sensus penduduk. Kemudian pada kunjungan kedua, petugas melakukan pencacahan secara lengkap.

                Metode yang digunakan, untuk daerah perdesaan dilakukan door to door. Sedangkan untuk daerah perkotaan dibedakan dua cara yakni untuk daerah konsentrasi usaha pertanian dilaksanakan door to door dan daerah non konsentrasi usaha pertanian secara snowball. Yakni mengolah data dari yang paling kecil menjadi lebih besar seperti bola salju.

BPS sendiri telah melakukan sensus pertanian sebanyak lima kali, yakni pada 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Sensus pertanian dilaksanakan secara rutin setiap sepuluh tahun. “Tahun ini merupakan Sensus Pertanian ke 6,” jelasnya.

Suryo Koco  mengatakan hasil sensus pertanian akan digunakan untuk perencanaan, implementasi kebijakan, dan evaluasi program pembangunan pertanian di kementerian dan lembaga terkait seperti Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, Bappenas, perguruan tinggi serta lembaga internasional.

Laporan awal hasil ST2013, dirilis pada Agustus 2013 berupa hasil sementara pencacahan. “Namun publikasi hasil pencacahan lengkap baru bisa diumumkan 2014 bersama Survei Pendapatan Petani (SPP),” katanya. (BNC/har)


Tentang Penulis

Leave A Response