Membuat Jalan Tembus, TNI Ledakan Bukit

Ditulis 24 Apr 2013 - 16:23 oleh Nanang BNC

PURBALINGGA (BNC) – Bukit terjal dengan bebatuan cadas yang keras akhirnya berhasil dijinakkan oleh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 0702 Purbalingga. Bersama warga masyarakat sekitar dan difasilitasi Pemkab, sekitar 40 prajurit TNI yang diterjunkan mampu membuka jalan yang menghubungkan Desa Karangjambu, Kecamatan Karangjambu dengan Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar. Jalur tersebut saat ini merupakan areal hutan dan sebagian tanah milik warga.

            Jalan yang dibuka semula direncanakan sepanjang 5 kilometer. Namun, TNI membuka jalan tembus hingga jalan yang menghubungkan wilayah itu menjadi 4,5 kilometer. Pada tahap I dan II telah mampu dibuka jalan sepanjang 2,5 kilometer. Masih tersisa 2 kilometer lagi yang akan digarap pada tahun 2013 ini.

            Pembukaan jalan itu, Rabu (24/4) kemarin ditinjau oleh Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.S, Komandan Korem 071/WK Kolonel Kav Nugroho Tjendakiarto, SH, Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Jati Bambang Priyambodo, Kepala Bappeda Ir Setiyadi, M.Si, Camat Karanganyar Jumarno dan sejumlah pejabat lainnya. Meski telah dibuka, namun jalan tersebut belum sempurna untuk dilewati kendaraan roda empat.

            Komandan Kodim 0702 Purbalingga Letkol Inf Jati BambangPriyambodo mengungkapkan, pembukaan jalan baru menghadapi tantangan yang cukup berat dan sulit.Tantangan tidak hanya dari sisi kondisi wilayah yang berbukit terjal, tetapi juga dari   sisi mistik dan alam gaib. Cuaca juga sering tidak bersahabat karena  turun hujan serta datangnya lumpur sehingga jalan menjadi becek.

            ”Dari sisi alam gaib, disebut tidak ada tapi tetap ada. Bor yang akan dimasukan ke dalam batu beberapa kali patah. Setelah diberi sesajen dan doa-doa oleh warga, akhirnya bor bisa masuk dan dengan mudah bisa memecah batu. Wilayah hutan yang kami garap itu, memang tidak dihuni oleh manusia, tetapi dipercaya ada penghuni lain, sehingga kami harus meminta ijin,” tutur Jati Bambang.

            Jati Bambang mengungkapkan, pada tahap I dibuka jalan sepanjang 1.300 meter. Kemudian tahap II sepanjang 1.200 meter. Lebar jalan yang dibuka 7 meter. ”Biaya yang dikeluarkan untuk membuka jalan tahap I lebih sedikit dibanding tahap II. Pada tahap II meski jaraknya lebih pendek 100 meter, namun membutuhkan biaya untuk meledakan batu ratusan kali menggunakan bahan petasan. Sekali ledakan menghabiskan dana sekitar  Rp 200 ribu,” kata Jati Bambang yang dalam waktu dekat akan bertugas di Yogyakarta.

            Hambatan yang sering terjadi, lanjut Jati Bambang, selain bukit terjal, medan berbatu, harga material yang mahal karena ongkos langsir (mengangkut ke lokasi) yang tinggi, juga gangguan teknis seperti skop yang sering patah, loader yang rusak dan pengeboran yang terhambat persoalan non teknis.

”Berkat bantuan warga masyarakat, upaya membuka jalan itu akhirnya tetap bisa dilakukan. Saya memuji partisipasi warga masyarakat Desa Ponjen yang membantu kerja TNI. Namun, saya menyayangkan partisipasi warga dari wilayah Karangjambu yang masih kurang,” katanya.

Komandan Korem 071/WK Kolonel Kav Nugroho Tjendakiarto, SH menilai, pekerjaan pembukaan jalan Ponjen – Karangjambu merupakan pekerjaan yang luar biasa berat. ”Namun, hal yang berat sekalipun, jika ada kerjasama yang baik antara TNI – Pemkab dan warga masyarakat, maka semua bisa diselesaikan dengan baik,” kata Nugroho.

            Bupati Heru Sudjatmoko mengataan, pembuatan Karangjamb – Ponjen merupakan jalan rintisan yang akan membuka akses perekonomian warga masyarakat khususnya untuk transportasi kapulaga dan rumput glagah. Selain itu juga mendukung aktifitas Perhutani dalam mengambil hasil produksi berupa getah pinus. ”Pembukaan jalan baru ini untuk mewujudkan harapan warga masyarat di dua desa tersebut. Pelaksanaannya tidak bisa dilakukan dalam satu – dua tahun, namun bertahap sesuai dengan kemampuan Pemkab,” katanya.

            Bupati Heru memuji partisipasi masyarakat Desa Ponjen yang tidak hanya kaum lelaki, tetapi juga kaum wanita ikut membantu membuka jalan itu. Disisi lain, Heru juga memuji kegigihan prajurit TNI yang rela bekerja untuk masyarakat. ”TNI selalu manunggal dan bekerja untuk masyarakat. Oleh karenanya, saya meminta masyarakat turut membantu tugas TNIyang pada akhirnya, jalan ini akan dimanfaatkan masyarakat setiap harinya,” kata Heru. (BNC/pra)

Tentang Penulis

Leave A Response