Jembatan Kali Karang Diresmikan ‘Pemborong Aja Golet Bathine Tok’

Ditulis 23 Apr 2013 - 17:05 oleh Nanang BNC

PURBALINGGA (BNC) – Bupati Purbalingga Drs H Heru
Sudjatmoko, M.Si mengingatkan kepada rekanan agar dalam
mengerjakan proyek fisik tetap mengedepankan kualitas.
Selain itu, rekanan juga dituntut cepat, dan cermat.
“Pemborong nek golet bathi ya sing lumrah, aja kakean.
Angger bathine akeh, biasane garapane ora apik
kualitase (Pemborong kalau cari untung ya yang wajar
saja, jangan terlalu banyak. Kalau untungnya banyak
biasanya hasil pekerjaanya kurang baik),” ujar Bupati
Heru Sudjatmoko.
Bupati Heru mengemukakan hal itu saat
meresmikan jembatan Kali Karang dan pekerjaan ke-PU-an
tahun 2012, di kompleks jembatan Kali Karang di Desa
Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, Senin (22/4).
Menurut Bupati Heru, kalau kualitas
pembangunan jalan atau jembatan jelek, maka masyarakat
banyak yang dirugikan. Kalau dirugikan biasanya doanya
jelek. Ya mulane nggolet bathi sing wajar lan lumrahe
bae, nek lumrah kan barokah (makanya mencari untung
yang wajar saja, kalau wajar kan membawa berkah. Jangan
dikorupsi biar pekerjaan pembangunannya bagus,” ujar
Heru.
Heru mengungkapkan, kepada rekanan pelaksana proyek PT
Ghaitsa Zahira Shofa Purbalingga, sempat menegur sampai
dua kali saat pekerjaan pembangun jembatan yang dimulai
Juli 2012. “Terus terang pembangunan jembatan ini agak
terlambat, pemborongnya sampai saya marahi hingga tiga
kali. Meski terlambat dan ditambah perpanjangan
kontrak, namun hasilnya saat ini bisa dinikmati,” ujar
Heru sembari mengundang komisari PT PT Ghaitsa Zahira
Shofa, Donny Eriawan.
Bupati Heru juga langsung menanyakan kepada Donny soal
keuntungan pembangunan itu. Donny hanya mengatakan,
keuntungan belum dipikir, yang penting bisa bermanfaat
untuk rakyat. Mendengar jawaban itu, Bupati Heru
kembali menanyakan, apa bener tidak mikir untung, Donny
kemudian menjawab jika pembukuannya belum sempat
dihitung, sehingga belum tahu untungnya berapa.
Dalam kesempatan itu, Bupati Heru juga mengungkapkan,
pembangunan jembatan ini sudah lama dinantikan oleh
warga. Bahkan sudah sembilan kali ganti bupati, namun
belum terealisasi. “Terwujudnya jembatan Kali Karang
tentunya juga tidak lepas dari para bupati sebelumnya
dan juga peran Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
“Jembatan ini dibangun untuk masyarakat, dan uangnya
juga dari masyarakat. Oleh karenanya harus dijaga
bersama,” pesan Heru yang juga calon wakil Gubernur
Jateng 2013 – 2018 dari PDIP berpasangan dengan Ganjar
Pranowo ini.
Jalan Rusak
Dibagian lain Heru juga mengungkapkan, sudah berkali-
kali mendapat pesan singkat SMS dari warga masyarakat
soal kerusakan jalan. Heru mengaku bisa memahami
keluhan masyarakat, namun tentu semua membutuhkan
proses. “Untuk pembangunan jalan saat ini baru 20 ruas
jalan yang sudah ditandatangani kontraknya, kontrak
lainnya menyusul. Setiap proses lelang paling tidak
membutuhkan waktu sekitar 40 hari,” kata Heru.
Heru memastikan, jalan yang rusak di sejumlah ruas
jalan termasuk antara Bobotsari – Karangmoncol –
Rembang akan segera diperbaiki. Heru menegaskan jika
uang sudah adam hanya melalui proses. ”Kepengine sih
nek ora lewat proses, saiki rusak, sesuk langsung tek
dandani (Inginnya sih, jika saat ini rusak, besoknya
sudah langsung diperbaiki,” kata Heru.
Heru juga mengatakan, untuk ruas jalan provinsi yang
meliputi Purbalingga – Bobotsari – Pemalang, kemudian
ruas Purbalingga – Bojong – Bukateja – Klampok, serta
ruas jalan Purbalingga – Kalimanah – Sokaraja, juga
masih menunggu proses di pemerintah Provinsi Jateng.
”Untuk beberapa kerusakan jalan, sudah mulai ditambah
hari ini,” tambah Heru.
Ketua DPRD Tasdi SH, MM menyatakan, kepemimpinan Bupati
heru Sudjatmoko dan wakil bupati Sukento Ridho
Marhaendrianto mencatatkan sejarah pembangunan jembatan
Kali Karang. ”Mungkin nek bupatine karo wakile udu pak
Heru karo Kento, jembatane durung dadi (Barangkali
kalau bupati dan wakilnya bukan Pak Heru dan pak kento,
jembatannya belum terwujud,” ujar Tasdi.
Kegiatan ke-PU-an
Sementara itu Kepala Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU)
Purbalingga Ir Sigit Subroto, MT mengatakan, jembatan
Kali Karang berukuran lebar 7 meter, panjang 91 meter
dengan konstruksi jembatan berupa pondasi sumuran,
pilar beton bertulang, balok beton pracetak Buntu dan
plat lantai beton bertulang. Jembatan yang berada
diatas Sungai Karang dan menghubungkan wilayah Desa
Pekiringan dengan Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol
menelan anggaran sekitar Rp 10,7 milyar. ”Ibarat Tinju,
pemborongnya sempat kehabisan nafas, namun akhirnya
pembangunan jembatan ini selesai juga,” ujar Sigit.
Sigit menambahkan, selain peresmian jembatan Kali
Karang, kegiatan fisik bidang Pekerjaan Umum tahun 2012
yang diresmikan seluruhnya senilai Rp 136.562.260.000,
-. Kegiatan itu terinci Bidang Bina Marga sebanyak 93
kegiatan dengan anggaran Rp. 95.426.079.000,- Bidang
Cipta Karya dan Tata Ruang sebanyak 50 kegiatan, dengan
nilai anggaran Rp. 24.148.161.000,-, Bidang Pengairan
sebanyak 14 kegiatan dengan nilai Rp. 4.902.759.000,-,
bidang Kebersihan sebanyak 16 kegiatan dengan nilai Rp.
9.654.462.000,- , dan Bidang Energi Sumber Daya Mineral
(ESDM) sebanyak 4 kegiatan dengan nilai anggaran
Rp.761.888.000,-. (BNC/yit/har)

Tentang Penulis

Leave A Response