Tangis dan Pingsan Warnai Sidang Utang Piutang

Ditulis 18 Apr 2013 - 20:05 oleh Nanang BNC

BANYUMAS-(BNC),Tak kuat mendengar putusan hakim, seorang ayah yang anaknya menjadi terdakwa kasus utang piutang tiba tiba jatuh pingsan. Hakim pada sidang di Pengadilan Negeri Purwokerto Jawa Tengah Kamis (18/04) ini menjatuhkan 7 bulan penjara untuk terdakwa. Sementara puluhan warga yang menyatakan tidak terima masalah utang-piutang dibawa sampai ke meja hijau, puluhan orang yang menamakan pembela keadilan mendatangi Pengadilan Negeri Purwokerto. mereka untuk meminta mejelis hakim membebaskan terdakwa.


Suasana sidang di Pengadilan Negeri Purwokerto tiba tiba menjadi gaduh sesaat setelah hakim mengetokan palu. Seorang pengunjung yang merupakan ayah terdakwa tiba tiba pingsan. Diduga ayah terdakwa tidak kuat begitu mendengar putusan hakim yang menghukum anaknya dengan hukuman tujuh bulan penjara.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ganjar Pasaribu, SH ini menghadirkan terdakwa Andang Kristiani (25), warga Dusun Keduangares, Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang,Banyumas. Dalam sidang yang juga diwarnai tangisan ini terdakwa terbelit utang piutang sebesar Rp15 juta dengan seorang bernama Lani Irawati, warga Mersi Purwokerto. Karena tak mampu membayar, pelapor akhirnya memperkarakan kasus tersebut.

Sebelumnya upaya mediasi berbagai pihak termasuk kepolisian menemui jalan buntu, karena pelapor ngotot menempuh jalur
hukum. Saat mediasi berlangsung, terdakwa sudah menyanggupi siap melunasi. Namun peminjam uang tesebut menolak dan tetap
meneruskan kasus tersebut ke pengadilan.

Sementara itu di luar sidang puluhan pendemo mengaku sebagai gabungan dari anggota keluarga terdakwa dan sejumlah LSM yang
peduli hukum mendatangi kantor pengadilan. Mereka berusaha masuk, namun dicegah aparat polisi, karena dikhawatirkan akan
mengganggu jalananya persidangan.

Kuasa hukum terdakwa Joko Santoso,SH mengatakan persidangan ini dianggap ganjil, karena kasus yang sebenarnya perdata namun diarahkan menjadi pidana. ” Ini aneh, kasus perdata tapi digiring giring ke pidana. Karena itu kami akan melakukan banding,” ujar Joko ditemui MyBanyumas.Com usai sidang (BNC/ani)

Tentang Penulis

Leave A Response