Dari Sapi hingga Pasir Besi,Pejabat Unsoed ‘Tersandung’ Korupsi

Ditulis 16 Feb 2013 - 12:04 oleh Nanang BNC

PURWOKERTO INDEP-Gonjang-ganjing korupsi di Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah terus bergulir.  Sejumlah pejabat bakal jadi target aparat. Beberapa waktu lalu Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Jawa Tengah, memeriksa lima lagi pejabat di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terkait dugaan korupsi senilai Rp1 miliar.

Mereka yang diperiksa adalah Pembantu Rektor IV Budi Rustomo, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemberdayaan Fasilitas Darsono, Ketua Penelitian Pengembangan Teknologi Saparso, dan staf pengajar Fakultas Peternakan Muhammad Batta, serta Kepala UPT Percetakan dan Penerbitan Winarto Hadi.

Dengan demikian yang telah diperiksa dalam kasus tersebut menjadi enam orang, karena pada Selasa (12/2) kejaksaan juga telah memeriksa Pembantu Rektor II Eko Haryanto. Rencananya, pada Kamis (14/2) Kejari Purwokerto juga akan memeriksa Rektor Unsoed Edy Yuwono.

Setelah itu  Kejaksaan Negeri Purwokerto menyita sebuah mobil Innova milik Rektor Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Mobil dengan nomor R 8599 ZA itu diduga merupakan hasil korupsi proyek kerjasama Unsoed dengan PT. Aneka Tambang.

Mobil diambil dari rumah dinas rektor. Saat ini mobil tersebut diparkir di halaman Kejari Purwokerto bersama tiga mobil Terios yang sudah terlebih dahulu disita dari tiga pejabat Unsoed.

Meski Kuasa hukum Edy Yuwono, Untung Waryono mengatakan, mobil yang disita merupakan milik Mohammad Bata. Dengan alasan pemilik menitipkan karena Bata tidak mempunyai garasi lagi. Namun sebuah sumber menyebut, surat-surat kendaraan sebelumnya atas nama Edy Yuwono. Namun, setelah kasus ini mencuat, surat-surat kendaraan itu sudah dibaliknamakan atas nama Mohammad Bata. Bata merupakan salah satu  anggota Tim proyek Antam.

Beberapa hari sebelumnya, kejaksaan sudah menyita tiga mobil Terios yang diduga dibeli dengan uang hasil korupsi. Ketiga mobil Daihatsu Terios tersebut, masing-masing berpelat nomor R-9083-BH milik Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Percetakan dan Penerbitan Winarto Hadi, R-9084-BH milik Ketua Penelitian Pengembangan Teknologi yang juga Koordinator Kerja Sama Unsoed-Antam Saparso, dan R-8474-BH milik Kepala UPT Pemberdayaan Fasilitas Darsono.

Mencuatnya dugaan korupsi dibantah Pembantu Rektor II Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Eko Hariyanto. Dia mengatakan tidak ada tindak korupsi dalam penggunaan dana Badan Layanan Umum Unsoed. Karena Dana BLU sudah dilaporkan kepada Kementerian Keuangan, sehingga tidak melanggar hukum.

Kasus ini mencuat diawali dengan adanya investasi penggemukan sapi investasi jangka pendek di perguruan tinggi tersebut. Investasi yang menggunakan dana BLU itu merupakan rencana Unsoed untuk menambah pundi-pundi kekayaannya. Unsoed menunjuk Muhammad Bata yang merupakan dosen peternakan untuk mengelola proyek investasi senilai Rp 417 juta.

Selain itu, Unsoed juga mengadakan kerja sama dengan PT Aneka Tambang untuk mengelola lahan bekas tambang pasir besi dengan nilai Rp 5,8 miliar.lagi. Informasi terbaru Bata sendiri sudah mengembalikan uang Rp 150 juta ke kejaksaan. Uang tersebut diduga ada kaitanya dengan proyek penggemukan sapi yang dilakukan oleh Bata menggunakan dana BLU.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwokerto A Dita Prawitaningsih mengatakan dugaan korupsi itu sangat kental dan pihaknya akan terus memeriksa kasus tersebut. Kini kejaksaan sedang menunggu kesanggupan Rektor Unsoed Edy Yuwono untuk datang.Lagi-lagi pejabat yang tersandung dugaan korupsi selalu ‘sakit’ saat hendak diperiksa (BNC/tim/ ssm)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Tlembook 21/03/2013 pukul 10:02 -

    Pancen Asuuu,..pada doyan duit rakyat

  2. Somplak 28/02/2013 pukul 14:11 -

    Haduh… ternyata akeh korupsi juga nang unsoed, perlu di usut tuntas kue

  3. metal 17/02/2013 pukul 06:13 -

    astaghfirullah… Unsoed yang sdg berkembang kok gitu pejabatnya? denger-2 masuk kedokteran Unsoed juga sangat mahal, pernahkah ada audit kemana dana sumbangan orang tua wali tsb? benarkah disalurkan untuk pengembangan pendidikan? jangan ada lagi semboyan ‘TST’ alias tahu sama tahu… pembiaran terhdp korupsi! ayo mahasiswa Unsoed, apa gak malu nih kampus jadi ajang korupsi….

Leave A Response