Ribuan Bangunan Sekolah di Purbalingga Rusak

PURBALINGGA (BNC)– Sebanyak 1.778 bangunan sekolah pada awal tahun ajaran 2012/2013 mulai dari jenjang Sekolah dasar (SD) hingga SMA/SMK di Purbalingga mengalami kerusakan. Bangunan yang rusak berat tercatat sebanyak 272 buah, rusak sedang 910 dan rusak ringan 596 buah. Kerusakan terbanyak pada bangunan SD yang tersebar di 476 sekolah

“Total bangunan yang ada sebanyak 5.060 termasuk bangunan perpustakaan, dan yang dalam kondisi baik sekitar 3.057 buah bangunan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Iskhak, disela-sela peresmian Unit Gedung Baru (UGB) SMK 3 Purbalingga oleh Bupati Heru Sudjatmoko, Selasa (5/2). SMKN 3 dikenal dengan sebutan SMK Duafa, karena nantinya diperuntukkan bagi warga Purbalingga yang kurang mampu.

Iskhak merinci, kondisi fisik gedung sekolah dan prasarana lainnya hingga saat ini terinci untuk jenjang SD dalam kondisi baik sebanyak 1.717, rusak ringan 453, rusak sedang 843, rusak berat 207 dan jumlah perpustakaan sebanyak 135 buah. Untuk jenjang SMP, kondisi baik sebanyak 783, rusak ringan 121, rusak sedang 56, rusak berat 47 dan perpustakaan 63 buah. Sedang kondisi fisik bangunan untuk jenjang SMA/SMK dalam kondisi baik 557, rusak ringan 22, rusak sedang 11, rusak berat 18 dan jumlah perpustakaan 27 buah.

            Dari kondisi tersebut, lanjut Iskhak, kegiatan fisik pembangunan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2012 untuk jenjang SD rehab sebanyak 1.115, ruang kelas baru (RKB) 29, perpustakaan 47. “Sumber dana kegiatan berasal dari DAK 2011, DAK 2012, DID, Bantuan Keuangan dan Program Nasional,” jelas Iskhak.

            Sedang untuk kegiatan fisik SMP, rehab sebanyak 139, RKB 18, perpustkaan 7 buah. Untuk jenjang SMA/SMK rehab sebanyak 3, RKB 31 dan Unit Gedung Baru (UGB) 1 buah.

“Jumlah keseluruhan yang direhab mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK sebanyak 1.257, RKB 78, perpustakaan 54 dan UGB 1 buah.  UGB ini berupa pembangunan gedung SMKN 3 Purbalingga atau SMK Duafa,” kata Iskhak.

Iskhak menambahkan, dengan pekerjaan fisik tahun 2012, berarti masih ada sarana fisik yang mendesak dikerjakan pada tahun 2013 ini atau tahun mendatang. Data yang dicatat pihaknya, untuk jenjang SD rusak berat masih ada 64, rusak sedang 192, rusak ringan 132. Untuk jenjang SMP, rusak berat masih 39, rusak sedang 56, rusak ringan 44. Jenjang SMA/SMK rusak berat 13, dan rusak ringan 16.

SMK Dhuafa

            Dibagian lain Iskhak menjelaskan, khusus untuk SMKN 3 dibangun diatas lahan seluas 27.200 m2 dengan total luas bangunan mencapai 2.270 m2. Pembangunan itu meliputi ruang kelas sebanyak dua blok terdiri dari 6 kelas, ruang administrasi 1 blok, ruang asrama dua lantai serta ruang makan dan ruang penjaga 1 blok. Fasilitas lain, berupa pagar depan, sarana listrik dan air bersih, jalan lingkungan, pagar keliling, pertamanan dan lapangan olah raga.

“Total anggaran pembangunan SMKN 3 sekitar Rp 6,8 miliar yang sumber dananya dari Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2011 dan 2012. Pada tahun 2013 telah  dianggarkan kembali dana sebesar Rp 2,6 miliar untuk pembangunan asrama putri dan mesjid sekolah,” katanya.

SMKN 3, tambah Iskhak, merupakan sekolah program unggulan yang akan menerima siswa baru mulai tahun ajaran 2013/2014. “Ada tujuh program yang dibuka meliputi teknik pengelasan, fabrikasi logam, alat berat, Ottorronik, teknik konstruksi batu beton, keperawatan dan program farmasi, “ tambahnya. (BNC/tgr)

1 Comment

  1. mohon untuk pembangunan rehabilitasi gedung sd jangan seperti tahun kemarin untuk pemasangan kap baja ringan ditentukan oleh konsultan perencana dan kepala dinas….ada indikasi pengondisian produk tertentu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.