‘Tusuk Konde’ dan ‘Juara Sejati’ Film Bernuansa Banyumas

WISATA PURBALINGGA
Ditulis 06 Jan 2013 - 22:07 oleh Nanang BNC

FTV BANYUMASAN: Saat syuting FTV Juara Sejati di Desa Gumelem Kecamatan Klampok , Banjarnegara (dok :HF/BNC)

BANYUMAS (BNC): Film Televisi (FTV) bernuansa tradisi budaya Banyumasan kembali di produksi. Kali dua film sekaligus diproduksi
untuk sebuah tayangan di televisi swasta nasional. Pengambilam lokasi syuting sejumlah desa dan sekolah yang berada di
Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Seperti pada film sebelumnya yang berjudul Undangan Kuning dan Bintang Film, dua judul
film yang digarap oleh PT Mata Air Inspirasi Jakarta ini melibatkan sejumlah pemain lokal.

FTV Tusuk Konde: Pengarahan pemain sebelum syuting dimulai (foto: dok HF/BNC)

Tusuk Konde dan Juara Sejati yang naskahnya ditulis Bambang Pitaya ini memiliki latar tradisi budaya Banyumas. Kita memang
tertarik dengan wilayah ini yang ternyata banyak memiliki latar budaya unik,” ujar Enirson Sinaro yang menutradarai kedua
film ini.

Tusuk Konde menceriterakan tentang kehiduopan seorang pelajar yang memiliki profesi sebagai penari. Pertentangan dan konflik
muncul karrena profesi itu dianggap tidak layak bagi seorang pelajar.

Sementara Juara Sejati menceriterakan, seorang siswa SMP anak desa yang lugu dan jujur. Kedua orang tuanya menjadi TKI, namun dia bisa hidup mandiri , bahkan mampu membawa nama baik orang tuanya karena menjuarai sejumlah lomba di sekolah . FTV
ini dibintangi bintang cilik Osa dan Haikal (pemeran Garuda di Dadaku dan Tendangan Langit).

Film yang kini sudah dalam proses akhir sytuing ini diperkuat puluhan pemain jebolan sanggar Humaniora Jakarta. Mereka
didatangkan ke Banjarnegara untuk memperkuat film bertema pendidikan ini. ” Mereka memang disiapkan turun ke daerah untuk
sejumlah film yang akan kami garap juga setelah Tusuk Konde dan Juara Sejati,” ujar pimpinan Humaniora Foundation, Eddie Karsito.

Sejumlah aktor yang menjadi langganan FTV seperti Nanang Anna Noor, Sofyan Sunu, Rino Febrian dan sejumlah aktor lain
memperkuat kedua film ini. ” Kita tertarik dengan peran peran berkarakter dalam film ini. Karenanya butuh investigasi
sosiologi masyarakat setempat agar karakter bisa terjiwai ,” ujar Nanang Anna Noor.

Menurut Nanang, film berlatar Banyumas yang mengambil lokasi di Desa Gumelem, Klampok dan Susukan Banjarnegara kini menjadi
komoditi bisnis yang mulai dilirik dan menjadi salah satu tontonan yang banyak digemari pemirsa teve.” Kita optimis, Banyumas bakal menjadi daerah yang tak kalah menarik untuk lokasi syuting selain Bali,Bogor, Sukabumi maupun Yogyakarta,”
imbuh aktor yang juga wartawan Indosiar ini (BNC/ria ervendes).

Tentang Penulis

Leave A Response