54 Pasang Ikuti Nikah Massal di Purbalingga

Ditulis 12 Des 2012 - 12:34 oleh Nanang BNC

PURBALINGGA(BNC):Minat masyarakat mengikuti kegiatan nikah massal ternyata tinggi. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya peserta kegiatan sosial yang dihelat dalam rangka peringatan Hari Jadi Purbalingga ke-182 sekaligus menyongsong Hari Amal Bakti Kementeriaan Agama ke-67. Semula, panitia mentargetkan peserta maksimal 50 pasangan calon pengantin. Hingga akhirnya ditetapkan peserta nikah massal yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) kabupaten purbalingga sebanyak 54 pasang.

            “Hingga kemarin (11/12), kami terpaksa menolak sedikitnya 10 pasangan calon peserta. Tapi mereka kami arahkan untuk mendapatkan fasilitas nikah gratis di KUA masing-masing. Asalkan mereka benar-benar tidak mampu,” ungkap ketua Panitia Nikah Massal Rochiman SAg MH, Rabu (12/12).

            Jumlah peserta sebanyak itu, lanjut Rochiman, mencakup 15 wilayah kerja KUA dari 20 KUA yang ada di Kabupaten Purbalingga. KUA terbanyak mengirimkan peserta adalah KUA Purbalingga mencapai 9 pasang capeng. Disusul KUA Kutasari sebanyak 8 pasang. Mereka ini merupakan pasangan pasangan kumpul kebo, nikah siri dan pasangan muda yang tidak mampu membiayai pernikahan.

           “Ijab qabul akan dilaksanakan di Masjid Agung Daarusalaam dilanjutkan prosesi resepsi pengantin di Pendopo Dipokusumo. Keduanya dilaksanakan Kamis (13/12),” jelas Rochiman yang juga Kepala Seksi Urusan Agama Islam (urais) Kantor Kemenag.

            Dari deretan calon peserta, tambah Rochiman, terdapat pasangan capeng yang terbilang telah lanjut usia. Wiarji (79) asal desa Pandansari Kecamatan Kejobong tercatat sebagai peserta tertua. Pria kelahiran 1933 ini akan meresmikan pernikahannya dengan Rumi (59) asal Pandansari. Pasangan lainnya adalah Asmawireja (73) dengan Niti (49) keduanya dari kecamatan Bukateja.

            Sedangkan capeng termuda adalah pasangan Windu Saputra (19) – Mei Susanti (18) dan pasangan Febri Tri Alvian (19) – Uli Saputri (19). Mereka tercatat sebagai peserta asal Penambongan wilayah KUA Purbalingga.

            “Ini merupakan kegiatan yang bersifat ibadah. Sekaligus kita mengentaskan mereka dari perzinahan dan menertibkan administrasi pernikahannya. Sehingga hidupnya  akan menjadi tenteram karena pernikahannya telah sesuai syareat dan hukum pemerintah,” pungkasnya.

Dukungan Bazda

            Perhelatan massal yang mewarnai peringatan Hari Jadi kota Perwira ini, tak lepas dari campur tangan Bazda. Lembaga amil zakat pimpinan mantan wakil bupati Soetarto Rachmat, sudah pernah melaksanakan kegiatan serupa pada 2006. Dari catatan yang ada, Bazda sudah mengentaskan persoalan pernikahan pada 14 pasangan tidak mampu.

            “Kali ini kami memanfaatkan momentum hari jadi untuk menyalurkan dana infak sodakoh yang kami himpun untuk pasangan duafa, yaitu warga yang tidak mampu  melangsungkan pernikahan yang sah,” jelas ketua Bazda didampingi Seksi pengumpul Zakat Drs H Soekarno Prasojo.

            Untuk keperluan itu, lanjut Tarto, Bazda menyiapkan dana sedikitnya Rp 43,2 juta. Anggaran itu, akan dialokasikan untuk mas kawin bagi 54 capeng masing-masing senilai Rp 150.000. Kemudian untuk uang saku capeng sebesar Rp 500.000 per pasangan capeng. Lainnya untuk mendukung biaya rias pengantin yang ditangani bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Harppi.

“Kabarnya Bapak Bupati dan Wabup juga akan memberikan tali asih,” tambahnya.

Pada acara itu, bazda juga akan menyalurkan bantuan program rehab rumah tidak layak huni (remahtilani) untuk Ngaeni warga RT 2/6 Purbalingga Kidul dan Heru Nindiarto Rt 3/2  Bancar. Lainnya, berupa bantuan pendidikan bagi Ade Setiawan SMA Muhammadiyah Purbalingga dan Wahyu Pratiwi SMK YPLP. (BNC/har)

Tentang Penulis

Leave A Response