Pemilu 2014, Data Penduduk Ada Selisih 100 Ribu

Ditulis 08 Des 2012 - 20:24 oleh Nanang BNC

PURBALINGGA (BNC) – Perekaman data e-KTP membuahkan hasil yang signifikan. Jika secara nasional, antara jumlah penduduk sebelum dan sesudah pelaksanaan perekaman e-ktp terdapat selisih 6 juta jiwa, di Purbalingga sendiri selisihnya mencapai sekitar 100 ribu jiwa.

“Selisih ini disebabkan adanya penduduk yang memiliki KTP lebih dari satu,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sridadi saat menyampaikan Laporan pada Penyerahan Daftar Agregat Kependudukan (DAK) 2 di Ruang Ardi Lawet, Sabtu (8/12).

Saat membacakan Sambutan Menteri Dalam Negeri, Wakil Bupati Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM mengatakan penyerahan DAK2 ini menjadi salah satu tahapan dalam proses Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD yang didasari UU No 8/2012. Dalam peraturan ini, Pemerintah RI dan Pemerintah Daerah menyediakan data kependudukan dalam bentuk DAK2 sebagai bahan bagi KPU untuk menyusun daerah pemilihan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Saya termasuk yang surprise dengan kemajuan teknologi e-ktp ini. Kemarin saat pertemuan bersama bupati atau wakil bupati se-Indonesia di Jakarta, saat diacak, nama saya dipanggil, lalu sidik jari saya ditempelkan, langsung nama saya dan data kependudukan saya terpampang. Lengkap. Ini online, jadi nggak mungkin ada KTP double atau double kependudukan,” ujar Wabup.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Legislatif 2014, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Purbalingga Heri Sulistyono memastikan adanya selisih jumlah penduduk ini tidak akan mempengaruhi jumlah kursi di DPRD Kabupaten Purbalingga. Karena sebelum dan sesudah perekaman e-KTP, jumlah penduduk Kabupaten Purbalingga tidak melampaui 1 juta penduduk yang berarti hanya mewakilkan 45 kursi.

“Beda kalau di kabupaten tetangga, seperti Banjarnegara misalnya. Data sebelum e-ktp, jumlah penduduk 1 juta lebih jadi kursi di DPRD mencapai 50. Sekarang setelah e-ktp, penduduknya tidak mencapai 1 juta yang berarti jumlah kursi juga turun sampai 5, jadi tersisa 45 kursi seperti di Purbalingga,” jelasnya. (humas/cie)

 

Tentang Penulis

Leave A Response