Film The Makelar, karya Sineas Banyumas Melaju ke FFI

Film The Makelar, karya anak anak sineas Banyumas, Jawa Tengah yang tergabung dalam Banyumas Motion Picture Syndicate (BMPS)
akhirnya melaju ke ajang Festival Film Indonesia (FFI) setelah menang dalam ajang Lawang Sewu Film Festival (LSFF) 2012.

Film yang disutradarai Nanang Anna Noor ini terpilih sebagai film dengan penampil terbaik. Film lainnya yang juga akan diikutkan dalam FFI antara lain film berjudul ‘Lencana Tukang Sapu’ karya sutradara Tohar Gunawan IKJ Jakarta, ‘Sebuah Kisah dari Mawar’ karya sutradara Retno Putri Andriani dan ‘Skeptis’ karya sutradara M Malik Afrian.

Menurut Nanang Anna Noor,terpilihnya Film The Makelar untuk beradu di ajang FFI merupakan suntikan semangat untuk terus berkarya. ” Kita masih harus belajar banyak. Kita selama ini terus melakukan diskusi dengan kawan-kawan di Jakarta dan daerah serta dapat referensi film dari teman teman di luar negeri,” ujar Nanang yang menjadi sutradara sekaligus pemeran utama¬† film ini.

Film berdurasi 12 menit ini merupakan karya pertama BMPS. Meski ditengah kesibukan mereka memburut berita , pegiat film di BMPS yang sebagian merupakan reporter televisi ini masih sempat membuat film pendek yang langsung meraih penghargaan mengejutkan.Hasilnya, film berhasil menjadi penampil terbaik.

Direktur BMPS, Eska Jatmiko mengatakan, selama ini sebenarnya banyak pegiat film di Banyumas yang punya potensi. Namun kesibukan mereka membuat kerja kreativ mereka mengalami stagnasi. BMPS mencoba menjembatani dengan melibatkan sejumlah sineas Kampus Unsoed dan STAIN Purwokerto. ” Teman teman bukan tidak bisa membuat film, namun mereka tak banyak memiliki waktu untuk itu, ” ujar Eska yang menjadi penulis dalam film ini.

Sementara menurut Aditya Gumay salah seorang juri dalam ajang LSFF 2012 , film-film yang masuk dalam lomba kali ini sudah terbilang digarap dengan profesional. Bahkan sejumlah pemain yang terlibat banyak diantaranya sudah terbiasa main di layar lebar dan sinetron. ” Ini membanggakan, karena film pendek ternyata juga diminati oleh aktor dan aktris yang sudah sering terlibat di ajang film industri. Artinya mereka benar benar mengkepresikan diri dalam sebuah ajang film pendek yang notabene tak banyak berharap dengan honor, ” ujar Gumay.

Banyumas Motion Picture Syndicate (BMPS) kini memiliki dua markas di kota Ajibarang dan di Perumahan Safir Regency Purwokerto. Memiliki 8 crew, yang sebagian besar anak anak kampus,BMPS kembali sedang menggarap sejumlah film fiksi dan dokumenter (BNC/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.