Nama Bupati dan Wabup Purbalingga Dicatut untuk Program Haji Plus

Ditulis 13 Okt 2012 - 22:21 oleh Nanang BNC

 

PURBALINGGA (BNC) : Nama Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga dicatut untuk kegiatan menawarkan program haji plus dan umroh berjaminan ‘quaranted letter’. Dalam satu lembar ‘Undangan Gathering’ di sebuah hotel di Purwokerto, kedua pejabat itu ditulis seolah-olah ikut mengundang calon peserta program. Padahal, Bupati Heru Sudjatmoko maupun Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto, sama sekali tidak mengenal penyelenggara, tidak tahu menahu dan tidak pernah dihubungi panitia.

“Bupati dan wakil bupati menyatakan keberatan atas pencantuman nama jabatan dalam undangan tersebut. Pencantuman nama itu seolah-olah ikut mengundang, sehingga bisa saja banyak peserta yang hadir. Kami tidak mempermasalahkan substansi program itu, namun penyelenggara dinilai tidak etis dengan asal menyebut nama bupati dan wakil bupati,” kata Kabag Humas Pemkab Purbalingga Drs Rusmo Purnomo, Sabtu (13/10).

Rusmo menyatakan, bupati bahkan menyatakan terkejut ketika mengetahui namanya ditulis menjadi salah satu pengundang. Begitu pula dengan nama Wabup Sukento. “Kami menilai panitia asal menyatut nama bupati dan wakil bupati,” katanya.

Dalam surat undangan tanpa ada nama pengundang maupun tanda tangan, apalagi stempel penyelenggara, tertulis, panitia yang mengaku dari PT AJ Central Asia Raya (CAR), Bank Central Asia (BCA)/Salim Group dan PT Mitra Bisnis Mandiri mengundang pada acara paparan haji plus (khusus)  dan Umroh gratis dengan jaminan ‘quaranted letter’. Undangan diselenggarakan di Hotel Wisata Niaga Purwokerto, Jum’at 12 Oktober 2012 pukul 18.30 WIB.  Dalam undangan tersebut ditulis untuk konfirmasi kehadiran melalui telepon atau SMS ke M Chandra 081313402925 dan Kiswanto 081327991508.

“Atas undangan itu dan tindaklanjutnya, kami menyampaikan dan menghimbau kepada warga masyarakat Purbalingga bahwa penyelenggaraan acara itu bukan atas referensi bupati dan wakil bupati. Bupati tidak tahu menahu dan tidak ada pihak yang menghubungi. Kalau ada warga masyarakat yang berminat langsung saja berhubungan dengan yang bersangkutan dan itu menjadi tanggungjawab pribadi,” tegas Rusmo.

Kabag Hukum & HAM Setda Purbalingga Tri Gunawan, SH, MH menyatakan, pihaknya masih mempelajari lebih lanjut kemungkinan upaya hukum atas pencatutan nama pejabat itu oleh panitia penyelenggara. “Bisa saja kami melakukan somasi atau upaya hukum lain, namun kami juga akan mempertimbangkan dampaknya yang luas,” kata Tri Gunawan.

Sementara itu Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto yang juga ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Purbalingga, menegaskan pihaknya juga menyesalkan atas penulisan Ketua IPHI yang juga disebutkan sebagai pihak turut mengundang para peserta pada acara paparan itu.

“Saya tidak mengenal penyelenggara, saya juga tidak tahu menahu. Saya sengaja hadir dalam acara itu dan menyatakan tidak puas serta protes keras yang disampaikan oleh pengurus IPHI lain,” kata Sukento.

Sukento mengatakan, panitia yang diklarifikasi saat acara berlangsung memang sempat meminta maaf. Namun, permintaan maaf dalam forum itu sepertinya disumirkan dan suara mikrofonnya dikecilkan.

Sementara itu secara terpisah panitia penyelenggara M Martin yang dihubungi melalui HP-nya tidak diangkat meski nada panggil masuk. Panitia lain Kiswanto yang dihubungi melalui HP menyatakan, pihaknya mengakui kesalahan atas penulisan dalam surat. Pihaknya juga menyatakan minta maaf atas kesalahan itu. ”Kami minta maaf atas kesalahan itu. Penulisan turut mengundang juga karena kesalahan cetak,” kata Kiswanto. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. gold account 29/10/2012 pukul 06:09 -

    Menurut Rusmo, Bupati Heru Sudjatmoko maupun Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto, sama sekali tidak mengenal penyelenggara, tidak tahu menahu dan tidak pernah dihubungi panitia. Bupati bahkan menyatakan terkejut ketika mengetahui namanya ditulis menjadi salah satu pengundang. Begitu pula dengan wakil bupati.

Leave A Response