“The Makelar ” Kritik Sosial ala Pegiat Film Banyumas

BAGAIMANA membingkai kondisi sosial dan mengkritisinya dengan menggunakan media film . Barangkali inilah  yang dilakukan para pegiat film pendek yang tergabung dalam  Banyumas Motion Pictures Synd (BMP-Synd) . Sebagai komunitas film mengambil cara mengkritik dengan memproduksi film pendek. “The Makelar” itulah karya terbaru BMP-Synd.
“Karya ini adalah potret sehari-hari masyarakat saat ini. Ini sejenis film realis, sehingga yang ditampilkan adalah fragmen-fragmen tentang topik yang diangkaty yakni praktik perantara transaksi jual-beli,” tutur Direktur BMP-Synd, Eska Jatmiko.
Menurut Eska Jatmiko, film ini mengajak penonton melihat kenyataan tentang absurdnya praktik makelar. Bagaimana detailnya cara para makelar mengupayakan transaksi agar berhasil. Upaya yang dilakukan adalah rekayasa atau dramaturgi kehidupan.
Film berdurasi 12 menit ini juga berisi fragmen tragic makelar seperti kebanyakan nasib rakyat negeri ini. Kekalutan financial dan tekanan sistem. Akhirnya film ini berisi catatan bahwa makelarisasi tidak hanya terjadi dalam dunia jual beli semata, tapi banyak praktik ini berlaku di proyek-proyek. Jargon ‘wani piro’ adalah ekspresi verbal praktik ini.
Menggandeng aktor Nanang Anna Noor dan sejumlah pegiat teater kampus film ini menjadi menarik untuk ditonton.  Ide cerita dan naskah oleh Eska Jatmiko, sutradara Nanang Anna Noor dan penata gambar Syndu Hanif.
Proses pembuatan film tidaklah mudah, beragam kendala menghadang mereka. Mulai dari hal-hal teknis sampai konsep cerita yang harus disesuaikan. Film ini digarap dalam waktu satu bulan. Efek dan soundtrack dalam film ini original. Paska produksi digarap di Kibonkart Pictures Studio. “Kami ingin menunjukan bahwa sesederhana apapun, karya haruslah utuh” tegas Eska.
The Makelar mengambil setting di Purwokerto dan Ajibarang. Rencananya, film ini akan diikutkan dalam Lawang Sewu Film Festival 2012 di Semarang. Selain The Makelar, BMPS juga akan mengerjakan sebuah film bertema siaga bencana, dalam waktu dekat. ” Kami juga ada tawaran dari sebuah yayasan yang peduli kepada pendidikan anak untuk menggarap film tentang motivasi belajar. Semoga karya ini menjadi sumbangan perfilman,” imbuh Eska.
Sementara  Nanang Anna Noor yang menjadi pemeran utama dalam film ini mengaku senang bisa ikut main dalam The Makelar. ”  Teman teman disini ternyata sangat serius dalam penggarapan. Kita punya semangat belajar bersama deh,” ujar Nanang yang sudah beberapakali terlibat dalam sejumlah film dan sinetron televisi (BNC/ endar wilson/empik ss).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.